IHSG Tembus Level 7.000 Berkat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

IHSG Tembus Level 7.000 Berkat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 7.000 dan ditutup menguat pada sesi pertama perdagangan hari Selasa (5/5/2026). Performa positif ini terjadi di tengah tren pelemahan mayoritas bursa Asia yang terdampak oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Dilansir dari Money, indeks tercatat naik 0,83 persen menuju posisi 7.030 pada penutupan sesi satu. Laju penguatan ini dipicu oleh tingginya optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan.

Analis pasar modal memberikan catatan khusus mengenai pengaruh data makroekonomi tersebut terhadap kepercayaan investor di lantai bursa. Kondisi fundamental yang kuat dinilai menjadi jangkar utama bagi pergerakan indeks saat ini.

“Sinyal solidnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 menopang optimisme di pasar, yang mengantarkan IHSG untuk ditutup menguat 0,83 persen ke level 7.030 pada akhir sesi satu perdagangan,” ujar Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta.

Kenaikan IHSG didominasi oleh performa sektor keuangan, terutama saham perbankan berkapitalisasi pasar besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat lonjakan 3,6 persen, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat 2,9 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 2,5 persen, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terapresiasi 2,1 persen.

Selain sektor keuangan, sektor basic juga memberikan kontribusi positif dengan total tujuh dari 11 sektor berakhir di zona hijau pada sesi pertama. Pada awal sesi kedua, laju indeks semakin kencang dengan kenaikan 71,578 poin atau 1,03 persen ke level 7.043,532.

Berdasarkan catatan perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 6.921,609 pada awal sesi sebelum berbalik arah hingga mencapai puncaknya di 7.065,005. Aktivitas pasar terpantau sangat tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,202 triliun dari volume 27,157 miliar saham yang diperdagangkan.

Secara keseluruhan, terdapat 350 saham yang mengalami penguatan harga, sementara 287 saham melemah, dan 175 saham lainnya stagnan. Kondisi ini turut mendongkrak total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia menjadi sebesar Rp 12.598,601 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi