IHSG Turun ke Level 6.905 Akibat Aksi Jual Bersih Investor Asing

IHSG Turun ke Level 6.905 Akibat Aksi Jual Bersih Investor Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,92 persen atau terkoreksi 63,775 poin ke posisi 6.905,620 pada perdagangan Senin (11/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh aksi jual masif investor asing pada sejumlah saham perbankan dan konglomerasi besar.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp 659 miliar di seluruh pasar. Sebagaimana dilansir dari Money, tekanan jual terbesar terkonsentrasi pada emiten perbankan pelat merah dan perusahaan energi.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi sasaran utama pelepasan aset dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp 335 miliar. Kondisi ini membuat harga saham BMRI anjlok signifikan sebesar 8,21 persen hingga berakhir di level 4.250.

Selain sektor perbankan, saham-saham dari sektor industri dan energi juga mengalami tekanan jual yang cukup tinggi. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat net sell sebesar Rp 116 miliar, disusul oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai Rp 90 miliar.

Penurunan tajam terlihat pada performa saham DSSA yang merosot 13,36 persen ke level 1.135 setelah sempat menyentuh titik terendah harian di 1.130. Sementara itu, saham BRPT terkoreksi 3,17 persen dan ditutup pada angka 1.985 per lembar saham.

Aksi jual oleh pemodal luar negeri juga menyasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai Rp 60 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 42 miliar. Saham BBRI turun 1,84 persen ke posisi 3.200, sedangkan TPIA jatuh 8,18 persen ke level 5.050.

Meskipun indeks secara keseluruhan tertekan, beberapa emiten di sektor komoditas dan konsumsi justru tetap diminati oleh investor asing. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan nilai beli bersih (net buy) tertinggi sebesar Rp 83 miliar.

Beberapa emiten lain yang juga mencatatkan akumulasi beli oleh investor asing meliputi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp 48 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 44 miliar. Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masing-masing membukukan net buy Rp 38 miliar dan Rp 23 miliar.

Daftar Pergerakan Saham Utama Senin (11/5/2026)
Kode EmitenNet Foreign Flow (Rp)Perubahan Harga (%)
BMRI-335 Miliar-8,21%
DSSA-116 Miliar-13,36%
BRPT-90 Miliar-3,17%
BBRI-60 Miliar-1,84%
TPIA-42 Miliar-8,18%
MAPI+83 Miliar-
ADRO+48 Miliar-
INCO+44 Miliar-
ASII+38 Miliar-
MINA+23 Miliar-

Artikel terkait

Rekomendasi