Pemerintah resmi menetapkan tingkat imbal hasil Sukuk Tabungan seri ST016 sebesar 6,05 persen untuk tenor dua tahun dan 6,25 persen untuk tenor empat tahun pada Jumat, 8 Mei 2026. Masa penawaran instrumen investasi syariah non-tradable ini dibuka hingga 3 Juni 2026 dengan nilai pemesanan minimal Rp1 juta.
Besaran kupon ST016 mencatatkan kenaikan signifikan dibandingkan seri ST015 yang diterbitkan pada 2025. Dilansir dari Bareksa, ST016T2 memiliki imbal hasil 85 bps lebih tinggi dari ST015T2 (5,20%), sementara ST016T4 unggul 80 bps dibandingkan ST015T4 (5,45%).
Selain kupon yang lebih tinggi, selisih atau spread ST016 terhadap BI Rate juga melebar hingga dua kali lipat dibandingkan seri sebelumnya. ST016T2 menawarkan spread 130 bps dan ST016T4 sebesar 150 bps di atas BI Rate yang saat ini berada di level 4,75 persen.
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Masa Penawaran | 8 Mei–3 Juni 2026 |
| Penetapan Hasil Penjualan | 8 Juni 2026 |
| Setelmen | 10 Juni 2026 |
Tim Analis Bareksa menilai instrumen ini sangat relevan di tengah ketidakpastian arah suku bunga global dan domestik serta tekanan inflasi yang belum mereda. Skema floating with floor memberikan perlindungan bagi investor karena kupon dapat naik jika BI Rate meningkat, namun tidak akan turun di bawah batas minimal.
Batas maksimal pembelian untuk seri ini ditetapkan sebesar Rp5 miliar untuk tenor dua tahun dan Rp10 miliar untuk tenor empat tahun. Pemerintah memberikan jaminan penuh atas pokok investasi dan pembayaran kupon bulanan bagi para investor ritel.