Gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2026 resmi dibuka di Gedung SMESCO, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026) sebagai upaya mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan sektor pemerintah serta swasta. Ajang tahun keempat ini memproyeksikan total nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun.
Target tersebut mencatatkan kenaikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka Rp2,1 triliun. Dilansir dari Suara, pameran ini melibatkan 140 perusahaan dari berbagai unsur kementerian, lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga pelaku usaha swasta yang bertindak sebagai pembeli maupun pemasok.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menjelaskan bahwa peningkatan target transaksi tersebut didorong oleh terbukanya peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. Hal ini mencakup akses pada sektor belanja negara serta jaringan ritel modern yang difasilitasi oleh pemerintah.
"Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya," ujar Helvi Moraza, Wakil Menteri UMKM.
Pemerintah juga berupaya mengintegrasikan peran pelaku usaha kecil ke dalam proyek strategis nasional. Fokus utama tahun ini meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan perumahan rakyat, serta inisiatif sekolah rakyat.
"Di tengah ketidakpastian global, Indonesia perlu terus memperkuat ketahanan ekonomi domestik dengan menempatkan UMKM sebagai pilar utama ekonomi inklusif," ucap Helvi Moraza, Wakil Menteri UMKM.
Helvi menambahkan bahwa forum ini berfungsi sebagai ruang kemitraan yang setara antara pemerintah dan swasta. Langkah kolaboratif tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku industri kreatif dan lokal.
"Melalui kolaborasi ini, kita mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang terintegrasi, memperluas penggunaan produk dalam negeri, serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi UMKM," kata Helvi Moraza, Wakil Menteri UMKM.
Sekretaris Utama LKPP, Iwan Herniwan, menyoroti peran strategis anggaran belanja pemerintah dalam menyokong pertumbuhan ekonomi melalui keberpihakan pada produk lokal. Mekanisme pengadaan yang transparan disebut menjadi kunci pembuka akses pasar bagi UMKM.
"Belanja pemerintah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, kami mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan kapasitas UMKM dan industri, sekaligus membuka akses pasar yang lebih nyata melalui ekosistem yang transparan, inklusif, and berpihak pada produk dalam negeri," ujar Iwan Herniwan, Sekretaris Utama LKPP.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, memberikan pandangan mengenai pentingnya kemandirian perdagangan domestik. Menurutnya, penguatan pasar dalam negeri merupakan langkah antisipasi terhadap dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
"Penguatan perdagangan dalam negeri bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian," pungkas Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum HIPPINDO.