Pasar saham Amerika Serikat di bursa Wall Street ditutup menguat secara signifikan dengan indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru.
Sinyal kemajuan dalam dialog penyelesaian konflik Timur Tengah serta kokohnya laporan kinerja keuangan korporasi menjadi pendorong utama gairah para investor.
Dilansir dari Investasi, pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 294,04 poin atau 0,58% menuju level 50.579,70.
Tren positif ini diikuti oleh indeks S&P 500 yang menanjak 27,75 poin atau 0,37% ke posisi 7.473,47, serta indeks Nasdaq Composite yang naik 50,87 poin atau 0,19% ke angka 26.343,97.
Penguatan di bursa S&P 500 ditopang oleh kemajuan pada sembilan dari 11 sektor saham, dengan sektor kesehatan, utilitas, industri, dan teknologi sebagai penggerak utama.
Sebaliknya, koreksi minor justru dialami oleh sektor komunikasi serta sektor barang konsumsi pokok pada sesi perdagangan tersebut.
Melalui hasil positif ini, indeks S&P 500 berhasil mengamankan tren kenaikan mingguan selama delapan pekan berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak akhir Desember 2023.
Sektor semikonduktor yang selama ini menjadi motor penggerak Wall Street mendarat di zona hijau, dipimpin lonjakan saham Qualcomm sebesar 12%, walaupun saham Nvidia terpangkas 1.90%.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengonfirmasi adanya kemajuan menuju kesepakatan dengan Iran, meski ia menekankan masih banyak hal yang perlu dirundingkan.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memberikan pandangan bahwa perbedaan pandangan di antara kedua belah pihak saat ini masih terhitung sangat mendalam.
"Musim laporan keuangan terlihat sangat bagus dan data ekonomi, kecuali beberapa anomali, terlihat cukup solid, jadi secara fundamental gambaran keseluruhannya terlihat sangat solid," kata James St. Aubin, kepala investasi di Ocean Park Asset Management di Santa Monica, California.
"Perang telah menjadi salah satu hambatan utama di sepanjang jalan, setidaknya untuk pasar saham, tetapi saya pikir berita utama hari ini terlihat menggembirakan dan itu mungkin membantu sedikit."
Gairah pasar juga menular pada jajaran produsen komputer AS setelah Lenovo Group asal China membukukan kenaikan pendapatan kuartalan sebesar 27% yang melampaui estimasi pasar.
Dampaknya, saham Dell Technologies melesat hingga 17% hingga menembus rekor tertinggi sepanjang masa, disusul oleh saham HP Inc yang melonjak sebesar 15%.
Kondisi tenang turut melanda pasar surat utang setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang bergerak turun dari posisi puncaknya baru-baru ini.
Tercatat, imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun mengalami penurunan sebesar 2,6 basis poin hingga menyentuh level 4,558%.
"Pasar obligasi tampaknya mendingin dan imbal hasil turun dari titik puncaknya awal pekan ini dan saya pikir itu juga sangat menggembirakan," kata St. Aubin.
Sementara itu, Kevin Warsh secara resmi telah dilantik sebagai ketua Federal Reserve yang baru untuk memimpin bank sentral AS pada periode krusial ini.
Kepemimpinannya diuji di tengah lonjakan harga bensin akibat konflik Iran yang memicu inflasi sekaligus menekan tingkat kepercayaan konsumen domestik.
Pada pergerakan saham ritel, Estée Lauder mencatat kenaikan harga saham sebesar 12% menyusul berakhirnya pembicaraan rencana merger dengan produsen kosmetik Spanyol, Puig.
Kenaikan harga saham sebesar 5% juga dibukukan oleh Workday setelah laporan pendapatan serta laba kuartal pertama mereka berhasil melampaui ekspektasi analis.