Pasar saham Kanada mencatatkan rekor baru setelah indeks S&P/TSX Composite mengalami lonjakan signifikan. Seperti dikutip dari Investasi, indeks acuan tersebut melonjak sebesar 359,53 poin atau menguat 1 persen ke posisi 34.830,89.
Pencapaian teranyar ini berhasil melewati rekor penutupan tertinggi yang pernah tercipta sebelumnya pada tanggal 2 Maret silam. Pergerakan positif ini didorong oleh membaiknya sentimen di pasar keuangan global.
Langkah diplomasi guna meredakan konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan di Timur Tengah menjadi pemicu utama. Utusan utama serta Menteri Luar Negeri Iran dilaporkan tengah berada di Doha, Qatar, untuk menegosiasikan kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Sentimen perdamaian tersebut mendorong investor memburu saham di sektor teknologi dan pertambangan logam. Di sisi lain, situasi ini justru membuat harga minyak mentah dunia mengalami tekanan yang cukup dalam.
"Bahkan peluang kecil perang berakhir saja sudah cukup membuat saham naik dan harga minyak turun," ujar Chief Investment Officer First Avenue Investment Counsel, Brian Madden.
Sektor material yang didominasi emiten pertambangan logam mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,4 persen berkat sokongan harga emas. Para pelaku pasar juga mulai tidak terlalu mengkhawatirkan inflasi serta risiko suku bunga tinggi yang bertahan lama.
Kinerja saham perusahaan tambang menjadi penggerak utama dalam reli kali ini. Saham Hudbay Minerals tercatat melonjak hingga 8,9 persen, yang kemudian diikuti oleh penguatan saham First Quantum Minerals sebesar 8,4 persen.
Kondisi hijau juga terlihat di sektor teknologi yang menguat sebesar 2,1 persen, serta sektor keuangan yang naik 0,9 persen. Investor kini tengah mengantisipasi rilisnya laporan keuangan kuartalan dari sejumlah bank raksasa Kanada pada pekan ini.
Royal Bank of Canada dan Toronto-Dominion Bank menjadi dua institusi keuangan yang paling dinantikan. Kedua emiten perbankan tersebut memegang porsi bobot terbesar di dalam indeks TSX.
Sebaliknya, sektor energi menjadi satu-satunya kelompok saham utama yang terjerembab di zona merah. Sektor tersebut merosot 3,4 persen setelah harga minyak dunia dilaporkan anjlok sedalam 6,5 persen.
Koreksi tajam pada harga minyak langsung memicu perhatian serius lantaran mayoritas produksi minyak Kanada bertumpu di wilayah Alberta. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Kanada Mark Carney turut menyoroti gejolak politik domestik.
Mark Carney memberikan perhatian khusus terhadap rencana referendum Alberta untuk memisahkan diri dari Kanada. Menurut penilaiannya, langkah politik tersebut dapat dikategorikan sebagai sebuah gertakan yang berbahaya.
Kendati ada tekanan di sektor energi, performa keseluruhan dari pasar modal Kanada dinilai masih berada dalam tren yang sangat kuat. Sepanjang tahun berjalan ini, indeks TSX sudah membukukan pertumbuhan sebesar 9,8 persen, melanjutkan tren positif setelah melesat 28,2 persen pada tahun 2025.