Indo Premier Sekuritas Kembangkan Sistem AI Real Time Jelang 2026

Indo Premier Sekuritas Kembangkan Sistem AI Real Time Jelang 2026

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) real time ke dalam sistem perdagangan saham untuk menghadapi era AI trading pada 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan presisi eksekusi data dan memproses informasi pasar secara instan bagi para investor, Selasa (5/5/2026).

Adopsi teknologi ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan platform perdagangan konvensional yang dinilai masih mengandalkan antarmuka statis. Dilansir dari Money, keterlambatan pembaruan data pada sistem lama berisiko memicu kesalahan pengambilan keputusan finansial serta hilangnya konfirmasi pergerakan dana besar di pasar.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The menjelaskan bahwa dinamika pasar yang bergerak sangat cepat menuntut perubahan pada infrastruktur platform trading saat ini agar tetap relevan bagi kebutuhan pengguna.

"Realitas industri saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar platform trading masih mengandalkan UI/UX statis yang tidak mampu mengikuti pergerakan market yang sangat cepat," ujar Moleonoto The, President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas.

Penegasan mengenai pentingnya validasi data juga disampaikan untuk menghindari praktik spekulasi. Penggunaan insting atau emosi tanpa dukungan indikator teknis yang akurat dinilai sering menjadi penyebab utama kerugian berulang bagi para investor retail.

"Tanpa indikator momentum, tanpa deteksi tekanan transaksi, dan tanpa konfirmasi sebelum entry, hasilnya adalah posisi yang salah, terjebak di pucuk dan kerugian yang berulang. Dalam era market cepat, pendekatan ini tidak lagi relevan, melainkan menjadi bentuk spekulasi berisiko tinggi," kata Moleonoto The, President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas.

Pengembangan sistem di IPOT kini mencakup fitur AI Live Orderbook, AI Live, hingga ROBO Trading System yang terkoneksi langsung dengan mesin AI. Dukungan infrastruktur ini diperkuat dengan dana kelolaan perusahaan yang mencapai sekitar Rp 312 triliun serta modal berskala triliunan rupiah.

Implementasi teknologi ini diharapkan mampu mengubah perilaku investor dari pendekatan interpretatif menuju penggunaan data real time yang lebih akurat. Moleonoto mengingatkan bahwa tanpa integrasi sistem yang canggih, tampilan platform trading hanya akan memberikan kendali semu kepada penggunanya.

"UI yang tidak berbasis AI Real Time hanyalah ilusi kontrol. Dalam market yang bergerak cepat, layar tanpa sistem bukan alat bantu melainkan sumber kerugian yang menunggu terjadi," tutur Moleonoto The, President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas.

Transformasi industri sekuritas saat ini mulai bergeser ke arah otomatisasi guna meminimalkan bias emosional dalam transaksi. Perusahaan menekankan bahwa keunggulan platform kini ditentukan oleh kecepatan pengolahan data dan integrasi eksekusi yang objektif.

Artikel terkait

Rekomendasi