PT Indonesia Belarus Jaya Teken MoU Bisnis Rp 7 Triliun

PT Indonesia Belarus Jaya Teken MoU Bisnis Rp 7 Triliun

PT Indonesia Belarus Jaya memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan nota kesepahaman bisnis senilai Rp 7 triliun dengan beberapa perusahaan asal Belarus di Jakarta yang dikutip pada Sabtu (16/5/2026).

Langkah konkret dalam sektor perdagangan dan industri ini ditujukan untuk membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara, sebagaimana dilansir dari Money.

Kesepakatan strategis tersebut melibatkan sejumlah korporasi besar Belarus, antara lain OJSC Minsk Dairy Plant Nomor 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.

CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan pembentukan anak usaha ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memajukan kemitraan perdagangan antarnegara.

"PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Jaya Group. Fokus dan concern kami adalah men-support dan melakukan action nyata untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus," ujar Tomy Suhartanto, CEO Jaya Group.

Menurutnya, kolaborasi ini dirancang demi memaksimalkan penyerapan komoditas unggulan masing-masing wilayah di pasar internasional.

"Concern kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk-produk Belarus yang dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk," kata Tomy Suhartanto, CEO Jaya Group.

Tomy juga menjelaskan bahwa jalinan kerja sama komersial ini mengemban misi yang lebih luas untuk menyokong program strategis pemerintah.

"Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk men-support pemerintah, juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif bagi market Indonesia," ujar Tomy Suhartanto, CEO Jaya Group.

Pihak manajemen turut menyatakan kesiapan dalam menjaga kredibilitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi diplomasi ekonomi nasional.

"Jaya Group berkomitmen menjaga nama baik Indonesia dan memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia," tegas Tomy Suhartanto, CEO Jaya Group.

Tomy menambahkan bahwa landasan kemitraan kedua negara telah dirintis sejak kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan berpotensi tumbuh masif pada era Presiden Prabowo Subianto.

Penandatanganan sektor bisnis ini berjalan selaras dengan pengesahan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi oleh Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.

"Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Sejumlah pejabat penting turut mendampingi dalam agenda tersebut, termasuk Duta Besar RI untuk Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kemenlu Punjul Setya Nugraha, serta perwakilan APINDO dan KADIN Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi