Pemerintah Indonesia memastikan pengiriman perdana impor minyak mentah dari Rusia akan segera terealisasi dalam waktu dekat setelah penandatanganan kesepakatan resmi. Rencana distribusi energi ini dijadwalkan mulai berjalan setelah pembahasan teknis rampung pada pertengahan Mei 2026, dilansir dari Detik Finance.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa saat ini proses administrasi kontrak telah sepenuhnya selesai. Fokus utama pemerintah kini beralih pada pematangan skema logistik pengiriman minyak tersebut yang ditargetkan selesai dalam satu hingga dua pekan ke depan.
"Secara deal sudah. Kontrak sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa, ya," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penyesuaian nilai transaksi dalam pengadaan minyak ini dipastikan tetap mengikuti mekanisme pasar global yang berlaku. Bahlil sebelumnya menekankan bahwa pemerintah mengedepankan aspek negosiasi untuk mendapatkan ketentuan harga yang dinamis sesuai situasi internasional.
"Harga pasti akan terjadi dinamis ya. Harga itu akan menyesuaikan dengan harga pasar dan tergantung negosiasi kita," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sementara itu, koordinasi lintas kementerian sedang dilakukan untuk mematangkan payung hukum dan jalur transportasi laut yang akan dilalui. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebutkan terdapat dua skema pengelolaan yang sedang dikaji, yakni melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau mekanisme Badan Layanan Umum (BLU).
"Ini dua opsi ini lagi kita siapkan payung regulasinya. Karena kalau ini BUMN itu kan juga ada konsekuensi dan juga kalau BLU itu apa kemudahan yang termasuk pembiayaan. Itu juga lagi kita bahas antara kementerian lembaga," ujar Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemerintah juga sedang melakukan sinkronisasi dengan sejumlah badan usaha untuk menentukan rute impor yang paling efisien dan aman. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus masuk minyak Rusia hingga sampai ke kilang pengolahan di tanah air.
"Kemudian itu juga dengan badan usaha termasuk bagaimana pada saat impor, jalur mana yang akan digunakan," terang Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).