Indonesia bersama negara-negara anggota BRICS membuka peluang kolaborasi dengan berbagai negara yang memiliki pengaruh besar di tingkat global. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat jaringan bisnis internasional.
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, seperti dilansir dari Medcom. Negara BRICS memandang pembangunan berkelanjutan sebagai kunci menghadapi tantangan ekonomi.
Salah satu strategi yang didorong adalah penguatan peran perempuan dalam dunia usaha. Sektor ini dinilai mampu membuka ruang pertumbuhan baru bagi perekonomian global.
Representative BRICS Women’s Business Alliance (WBA) Indonesian Chapter, Maika Nurhayati, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejumlah sektor unggulan yang potensial. Sektor tersebut mencakup kesehatan, farmasi, produk herbal, industri halal, ketahanan pangan, hingga pertanian.
“Kami tau potensial sektor ini belum digarap optimal, maka kami membuka kolaborasi untuk kalian bekerja sama dengan Indonesia untuk mengoptimalkan potensi-potensi tersebut,” ucap Maika yang juga menjabat Deputy Chair on Healthcare IWAPI.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog bertema BRICS Is What Unites Us: Shared Victories and New Opportunities for Women’s Business di St. Petersburg pada Rabu, 3 Juni 2026. Berbagai sektor itu diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru.
Sektor kesehatan dan farmasi menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian khusus dalam forum tersebut. Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas kemitraan strategis.
Kolaborasi yang ditargetkan meliputi pengembangan produk kesehatan, riset farmasi, hingga produksi bahan baku obat. Kebutuhan akan sistem kesehatan yang tangguh kini menjadi prioritas banyak negara.
Maika menambahkan bahwa hubungan kerja sama di sektor farmasi sebenarnya sudah berjalan. Salah satu implementasi yang telah dilakukan adalah melalui pengadaan vaksin.
Meski demikian, peluang untuk memperluas cakupan kolaborasi ini masih terbuka sangat lebar. Penguatan sistem kesehatan berkelanjutan menjadi fokus utama pasca-tantangan global beberapa tahun terakhir.
Rusia Tertarik Jajaki Kemitraan Strategis
Sinyal positif juga datang dari pelaku industri farmasi Rusia yang tertarik menjalin kolaborasi. Ketertarikan ini disampaikan oleh President Velpharm Group of Companies, Lyudmila Scherbakova.
Lyudmila menyatakan minatnya untuk membangun kolaborasi yang lebih serius dengan negara-negara anggota BRICS. Velpharm Group merupakan perusahaan farmasi terintegrasi yang memiliki sumber daya kuat.
Perusahaan tersebut didukung oleh pasokan energi yang menunjang pengembangan industri farmasi berkelanjutan. Respons ini menjadi peluang bagi penguatan hubungan bisnis dengan Indonesia di sektor kesehatan nasional.