Indonesia Raih MoU Rp61,9 Miliar di Pameran SIAL Shanghai 2026

Indonesia Raih MoU Rp61,9 Miliar di Pameran SIAL Shanghai 2026

Pemerintah Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) senilai 3,5 juta dollar AS pada hari pertama pameran produk pangan SIAL Shanghai 2026 di Shanghai International Expo Centre, Tiongkok, pada Senin (18/5/2026).

Pencapaian nilai kerja sama perdagangan internasional yang setara dengan Rp61,9 miliar tersebut dilansir dari Money berdasarkan penjelasan resmi Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

Ajang SIAL sendiri merupakan pameran produk pangan serta teknologi pengolahan pangan terbesar di dunia yang diikuti oleh puluhan negara peserta.

"Dalam hari pertama pelaksanaan pameran, Indonesia berhasil mencatat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai USD 3,5 juta di Paviliun Indonesia," kata Roro dalam keterangan resminya, Senin.

Penandatanganan kesepakatan tersebut diproyeksikan menjadi awal positif mengingat nilai transaksi diperkirakan terus bertambah selama pameran berlangsung hingga tiga hari ke depan.

"Misi dagang dapat mencapai target sebesar 30 million dollar AS," ujar Roro.

Kementerian Perdagangan menilai pameran internasional ini menjadi momentum krusial guna memperlihatkan kualitas sekaligus daya saing komoditas pangan nasional di kancah global.

Pemerintah berharap keikutsertaan ini mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai transaksi, memperkuat jejaring bisnis, serta mendorong volume ekspor nasional.

"Kami optimistis kerja sama dan peluang perdagangan yang terbangun melalui forum ini akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan perekonomian Indonesia," kata Roro.

Sebanyak 17 perusahaan nasional dikirim untuk memamerkan berbagai produk unggulan mulai dari kipi, kacang-kacangan, rempah-rempah, kerupuk, kakao olahan, konfeksionari, hingga makanan olahan lainnya.

Produk-produk dari total 2.840 pengusaha pangan Indonesia tersebut diklaim telah berhasil menembus regulasi impor ketat dari General Administration of Customs of China (GACC).

"Menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin dipercaya dan mampu memenuhi standar pasar internasional," ucap Roro.

Artikel terkait

Rekomendasi