Indonesia Buka Peluang Investasi Strategis Bagi Rusia di Sektor Energi

Indonesia Buka Peluang Investasi Strategis Bagi Rusia di Sektor Energi

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menawarkan peluang investasi luas bagi investor Rusia di sektor strategis nasional dalam pertemuan bilateral dengan Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia Vladimir Ilyichev pada Kamis (14/5/2026).

Langkah ini diambil guna memperkuat transformasi industri nasional melalui kolaborasi di bidang petrokimia, infrastruktur energi, hingga hilirisasi mineral. Hubungan ekonomi kedua negara tercatat terus menguat seiring dengan peningkatan nilai perdagangan yang signifikan.

“Indonesia membuka peluang yang lebih luas bagi investor Rusia untuk berpartisipasi dalam sektor petrokimia, infrastruktur energi, dan hilirisasi mineral sebagai bagian dari transformasi industri nasional,” ujar Roro lewat keterangan pers, Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan data yang dilansir dari Money, total nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 mencapai 4,8 miliar dollar AS. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” paparnya.

Pemerintah mencatat profil perdagangan kedua negara bersifat saling melengkapi. Rusia berperan sebagai pemasok komoditas penting seperti pupuk, batu bara, dan baja, sementara Indonesia mengekspor minyak sawit, kopi, serta kakao.

“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” lanjutnya.

Dyah Roro Esti juga memberikan penegasan terkait percepatan ratifikasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA). Perjanjian yang telah diteken sejak Desember 2025 tersebut ditargetkan mulai diimplementasikan pada kuartal III atau IV tahun 2026.

“Pembentukan Indonesia–EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” ucap Roro.

Selain fokus pada pertukaran barang, pemerintah kini mulai melirik potensi kerja sama di sektor jasa. Indonesia memproyeksikan pengiriman tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, hingga digital untuk menyokong kebutuhan industri di Rusia.

Artikel terkait

Rekomendasi