Pemerintah Indonesia mendorong penguatan investasi teknologi inovatif dan operasional berkelanjutan melalui kolaborasi strategis dengan Tiongkok dalam ajang Indonesia-China Coal and Energy Conference and Expo (ICEE) 2026 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Langkah ini bertujuan mempercepat transformasi industri pertambangan menuju praktik yang lebih hijau di tengah pergeseran struktur energi global, sebagaimana dilansir dari Ekonomi. Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan pertambangan cerdas hingga efisiensi energi.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno menekankan bahwa forum berskala internasional menjadi instrumen krusial dalam menghadapi perubahan industri global yang dinamis. Upaya ini diharapkan mampu memperkokoh kemitraan kedua negara di sektor energi.
"Penyelenggaraan forum energi berstandar tinggi dengan karakter internasional sangat penting guna mendukung penguatan kerja sama energi Indonesia dan Tiongkok di tengah perubahan industri global," ujar Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
Tri menjelaskan bahwa komoditas batu bara masih menjadi pilar utama ketahanan energi nasional dan penyokong ekonomi melalui ekspor serta penerimaan negara. Indonesia saat ini tercatat memiliki cadangan sumber daya batu bara mencapai lebih dari 143 miliar ton.
"Kami menyambut baik terselaranya Indonesia-China Coal and Energy Conference and Expo 2026 [ICEE 2026] sebagai forum kolaboratif yang mampu memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok di sektor energi dan pertambangan," ujar Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.
ICEE 2026 berlangsung selama tiga hari hingga 13 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran dengan luas area pameran yang meningkat 30 persen menjadi 20.000 meter persegi. Acara ini melibatkan lebih dari 150 perusahaan, termasuk korporasi global seperti Huawei dan Sinopec.
Penyelenggara mengundang audiens profesional yang mewakili 70 persen total produksi batu bara lokal. Agenda diskusi dalam pameran ini dijadwalkan membahas mekanisme kerja sama jangka panjang terkait logistik, kepabeanan, hingga sistem kredit perdagangan antarnegara.