PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 3,58 triliun untuk tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (5/5/2026). Nilai pembagian keuntungan tersebut setara dengan Rp 111 per lembar saham.
Keputusan pembagian laba ini diambil setelah perusahaan mencatatkan kinerja yang konsisten di tengah tantangan ekonomi makro. Berdasarkan laporan risalah rapat yang dilansir dari Money, pembayaran hak pemegang saham tersebut dijadwalkan selesai selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman resmi dilakukan.
Total nilai dividen yang dialokasikan mencapai Rp 3.579.840.016.227 sebagai bentuk apresiasi kepada investor. President Director and Chief Executive Officer ISAT, Vikram Sinha, menekankan bahwa eksekusi strategi yang disiplin menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam membangun nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin,” ujar Vikram Sinha saat konferensi pers usai RUPST, Selasa sore ini.
Manajemen menyatakan bahwa penguatan kinerja keuangan ini tidak terlepas dari transformasi perusahaan menjadi penyedia layanan telekomunikasi berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberdayakan ekonomi digital di Indonesia secara luas.
“Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat dalam memberdayakan Indonesia,” paparnya.
Perusahaan kini tengah memacu ambisi AI North Star untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam seluruh operasional inti. Fokus utama transformasi ini mencakup personalisasi layanan pelanggan tingkat tinggi serta optimalisasi efisiensi belanja modal agar mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit.
Indosat juga melakukan ekspansi layanan dari sekadar penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi AI atau AI TechCo. Melalui kolaborasi strategis dengan NVIDIA yang diresmikan pada NVIDIA GTC 2026, ISAT meluncurkan Sahabat-AI untuk membangun ekosistem kedaulatan AI (sovereign AI) yang selaras dengan prioritas nasional Indonesia.