Lonjakan inflasi produsen Amerika Serikat sebesar 6 persen secara tahunan pada April mendorong indeks dolar ke zona positif di kisaran 98,50 hingga 98,55 pada awal sesi perdagangan. Angka indikator ekonomi terbaru ini melampaui estimasi pasar akibat tekanan biaya yang kuat pada jalur produksi.
Kenaikan indeks dolar AS atau DXY tercatat sekitar 0,26 persen dibandingkan dengan posisi hari sebelumnya. Selain angka utama, komponen inflasi produsen inti yang mengecualikan sektor makanan dan energi juga mengalami lonjakan hingga mencapai 5,2 persen secara tahunan.
Para analis menilai bahwa lonjakan data PPI yang kuat ini memperbesar risiko bagi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral. Tingginya inflasi di tingkat produsen sering kali menjadi indikator pendahulu yang akan memicu kenaikan harga ritel atau CPI pada bulan-bulan berikutnya.
Perkembangan ini membuat pelaku pasar kini memproyeksikan bahwa Dolar AS memiliki peluang besar untuk mempertahankan tren penguatan dalam beberapa hari ke depan. Fokus pasar juga beralih pada dinamika biaya tenaga kerja, pengeluaran produksi, serta prospek suku bunga pada kuartal mendatang.