Suasana malam di lingkungan RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kini tak lagi sama. Sebuah terobosan baru lahir dari tangan dingin Imam Basori, atau yang akrab disapa Ibas, seorang ketua RT yang terus menjadi sorotan karena sederet inovasi yang ia terapkan di lingkungan warga setempat. Terbaru, ia memperkuat sistem keamanan sekaligus mulai mengembangkan penguatan ekonomi warga melalui berbagai program berbasis digital dan swadaya.
Dalam bidang keamanan, Ibas menghadirkan sistem “Si Jaga Warga” yang mencakup toa suara malam di enam titik, panic button, QR patroli, hingga akses CCTV yang bisa dipantau warga melalui ponsel. Menariknya, toa tersebut menggunakan pendekatan budaya Betawi agar lebih dekat dengan warga.
"Kalau Jakarta berarti kan harus Betawi-nya. Enggak mungkin dong dari Jawa Timur kan enggak nyambung. Nah kalau Betawi-nya kan nyambung nih," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Ia menambahkan penggunaan logat Betawi juga dimaksudkan untuk membangun kedekatan emosional warga.
"Meskipun logatnya mereka Betawi-nya udah enggak kental ya, tapi dengan kita pakai logat Betawi itu, jadi mereka berasa masih masa lalu," ucap Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Selain itu, panic button disiapkan untuk kondisi darurat yang bisa langsung mengaktifkan pengumuman melalui toa.
"Nah, itu isinya imbauan masyarakat, khususnya anak-anak nih jam malam, jam 22.00 WIB sudah bisa kembali lagi ke rumah, istirahat. Jadi, orangtua diingatkan juga tentang listrik maupun kompor dan juga kendaraan bermotornya," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Jika tombol darurat ditekan, pengurus RT bisa langsung meminta bantuan warga sekitar melalui pengeras suara. Efektivitas alat ini pun sudah teruji saat pertama kali dipasang hingga memancing perhatian dari wilayah sekitar.
"Tapi setidaknya, kan denger kenceng banget. Awalnya kita ini RT lain, keluar semua karena simulasi," ujar Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Geliat Ekonomi Digital dari Gang Kampung
Tak hanya keamanan, Ibas juga menyiapkan penguatan ekonomi warga lewat peluncuran marketplace “RT 11 Mart” berbasis Android yang akan masuk Play Store. Platform ini menjadi wadah UMKM warga sekitar untuk memasarkan produk.
"Jadi setidaknya kan banyak yang jualannya kecil-kecil, meskipun mereka sudah kerja sama dengan marketplace lain, siapa tahu kan ada yang kecantol dari kita, lumayan lah, balik lagi uang penghasilan," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Selain itu, RT juga menyiapkan usaha jasa seperti penyewaan tenda hingga wedding organizer untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga yang membutuhkan.
"Nah setidaknya nanti itu bisa menyerap tenaga kerja juga. Kita akan punya misi juga, usaha yang bisa membantu masyarakat," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Program bank sampah juga disiapkan sebagai bagian ekonomi sirkular warga, di mana masyarakat bisa menyumbangkan sampah yang bernilai ekonomis.
"Atau yang habis beli nih, ditaruh, saya taruh di Satkamling, nanti saya pisahkan, nah ini sampah untuk sedekah (ke lingkungan) jadi ada kontribusinya buat pendapatan, muter saja, balik lagi juga untuk masyarakat," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Kemandirian Berbasis Gotong Royong
Ibas memastikan seluruh inovasi tersebut diberikan gratis kepada warga dan dibiayai dari dana operasional serta gotong royong.
"Enggak, free gratis, karena kita kan, kembali lagi ya, dana operasional. Kembali lagi dana itu kan dari pajak dari warga, oleh warga, dan untuk warga," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
With berbagai inovasi ini, RT 11 RW 7 Gandaria Utara menjadi salah satu contoh pengembangan lingkungan berbasis teknologi, keamanan, dan pemberdayaan ekonomi warga secara terintegrasi.