Integrasi Pertambangan dan Metalurgi Kunci Strategis Hilirisasi

Integrasi Pertambangan dan Metalurgi Kunci Strategis Hilirisasi

Bisnis.com, JAKARTA - Integrasi antara sektor pertambangan dan pengolahan mineral atau metalurgi menjadi kunci strategis bagi Indonesia dalam memperkuat program hilirisasi sekaligus posisi Indonesia di pasar global.

Sinkronisasi teknologi yang terintegrasi dari proses penambangan hingga pengolahan akhir menjadi semakin krusial di tengah percepatan transisi menuju energi hijau dan terbarukan. Hal tersebut guna menciptakan industri yang efisien, bernilai tambah tinggi, serta berkelanjutan.

Integrasi yang lebih erat antara sektor pertambangan di bagian hulu dan sektor pengolahan dan metalurgi di bagian hilir akan menjadi kunci untuk menciptakan efisiensi operasional, stabilitas pasokan, serta daya saing industri yang berkelanjutan.

Chairman Ikatan Alumni Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IA-MET ITB) Erika Silva menuturkan, integrasi pada sektor tambang dan metalurgi akan berdampak positif bagi perkembangan hilirisasi di Indonesia. Apalagi, pemerintah juga telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam jangka menengah.

"Salah satu yang bisa mendukung itu [pertumbuhan ekonomi] adalah industrialisasi dengan berbasis sumber daya alam yang unggulan. Kita punya banyak mineral-mineral kritis yang perlu diolah secara optimal," kata Erika dalam Media Luncheon METCONNEX 2026 di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).

Adapun, Chairman Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB (IA-TA ITB) Achmad Ardianto mengatakan, upaya integrasi tidak dapat dilakukan secara individual. Menurutnya, perlu ada kolaborasi lintas sektor yang komprehensif untuk memastikan proses tersebut berjalan secara berkelanjutan

Oleh karena itu, dia mendorong kerja sama penta helix antara para pemangku kepentingan terkait sehingga proses integrasi pun dapat berjalan optimal dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jadi tidak bisa hanya pemerintah atau pelaku industri saja. Perlu ada keterlibatan media, komunitas profesi, pengusaha, akademisi, hingga masyarakat sehingga integrasi ini bisa terus didorong," ujar Achmad.

Adapun, METCONNEX - Mine Aidic 2026 akan digelar pada 11-13 Mei 2026 mendatang di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara tersebut digelar sebagai platform strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama industri pertambangan dan pengolahan untuk bersinergi dalam satu ekosistem kolaboratif.

Mengusung tema "Strengthening Indonesia's Metallurgy Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness", ajang tersebut difokuskan untuk mendorong sinergi dalam meningkatkan nilai tambah produk tambang, mineral dan logam nasional.

METCONNEX - Mine Aidic 2026 memiliki peran penting sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta perkembangan teknologi terkini di sektor pertambangan dan metalurgi.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi nyata komunitas alumni dan profesional di bidang metalurgi dan pertambangan dalam mendukung kemajuan industri nasional, sekaligus menjembatani antara kebijakan dan implementasi di dunia pertambangan dan metalurgi Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi