Laporan terbaru IERAL dari Fundación Mediterránea yang dirilis pada Mei 2026 menunjukkan bahwa pengumuman investasi selama satu setengah tahun terakhir diproyeksikan bakal menciptakan sedikitnya 100.000 lapangan kerja baru di berbagai wilayah Argentina.
Sektor energi dan pertambangan menjadi motor utama penggerak ekonomi, terutama melalui skema Rezim Insentif Investasi Besar (RIGI) dan RIMI yang telah menarik komitmen dana hingga puluhan miliar dolar AS.
Data IERAL merinci total investasi nasional mencapai USD 37,989 miliar, dengan wilayah Patagonia memimpin realisasi sebesar USD 12,284 miliar yang difokuskan pada pengembangan minyak dan gas di Vaca Muerta serta infrastruktur pendukungnya.
Patagonia juga menempati urutan pertama dalam penyerapan tenaga kerja dengan estimasi 35.564 posisi, di mana sektor migas sendiri menyumbang sekitar 19.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat setempat.
Wilayah Cuyo menyusul dengan nilai investasi USD 10.146 miliar yang didorong oleh ekspansi tambang tembaga dan emas di San Juan, serta modernisasi kilang di Mendoza yang diprediksi menyerap 27.575 pekerja.
Meskipun wilayah Barat Laut (NOA) mencatatkan investasi besar senilai USD 7.705 miliar di sektor litium, penciptaan lapangan kerja langsung di sana cenderung lebih moderat dengan proyeksi 11.150 posisi.
"Dalam wilayah ini menonjol bahwa, meskipun jumlah investasinya tinggi (terutama dijelaskan oleh produksi/ekstraksi litium), generasi lapangan kerja langsung lebih moderat dibandingkan dengan wilayah lain. Hal ini menunjukkan bahwa pertambangan litium dan mineral kritis di utara memerlukan kebijakan pelengkap untuk mendorong pemasok lokal dan layanan yang memperluas basis tenaga kerja," papar pihak IERAL.
Ekonom utama IERAL menekankan pentingnya sinergi antara investasi besar dengan pengembangan ekosistem vendor lokal untuk memaksimalkan dampak ekonomi di daerah yang belum menjadi pemenang utama investasi.
"Disparitas dalam distribusi investasi dan dampaknya terhadap lapangan kerja menggarisbawahi perlunya kebijakan publik yang melengkapi skema insentif nasional," kata ekonom Gerardo Alonso Schwarz.
Ia menambahkan bahwa untuk wilayah yang tidak mendapatkan porsi investasi besar, stimulus harus difokuskan pada aspek logistik, pelatihan sumber daya manusia, serta insentif fiskal bagi modernisasi pemasok.
"Tantangan dalam mendistribusikan investasi dan dampaknya terhadap pekerjaan menekankan perlunya kebijakan publik yang melengkapi skema insentif nasional," ujar Gerardo Alonso Schwarz.
Di sisi lain, wilayah Timur Laut (NEA) menunjukkan fenomena unik dengan proyeksi 13.718 lapangan kerja meskipun nilai investasinya paling rendah, yakni USD 2.658 miliar, berkat proyek industri selulosa dan pariwisata.
"Contoh NEA menunjukkan bahwa sektor-sektor seperti industri kehutanan dan pariwisata dapat menghasilkan dampak tenaga kerja yang kuat bahkan dengan investasi yang lebih kecil daripada pertambangan atau energi," tulis dokumen IERAL tersebut.
Laporan yang dikutip dari cronista.com dan puntoapunto.com.ar ini juga mencatat bahwa Regio Centro yang mencakup Buenos Aires dan Cordoba telah mengumpulkan USD 5.198 miliar investasi di sektor terdiversifikasi seperti teknologi, agribisnis, dan telekomunikasi.
| Wilayah | Nilai Investasi (USD) | Proyeksi Lapangan Kerja |
|---|---|---|
| Patagonia | 12.284 Juta | 35.564 |
| Cuyo | 10.146 Juta | 27.575 |
| Barat Laut (NOA) | 7.705 Juta | 11.150 |
| Regio Centro | 5.198 Juta | 17.460 |
| Timur Laut (NEA) | 2.658 Juta | 13.718 |
Secara nasional, pemerintah Argentina mengantisipasi bahwa total investasi yang disalurkan melalui mekanisme RIGI akan mencapai pengeluaran minimal USD 140.000 miliar di masa mendatang.