Investasi Ibu Kota Nusantara Capai Rp72,39 Triliun

Investasi Ibu Kota Nusantara Capai Rp72,39 Triliun

Suntikan modal ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mencatatkan angka Rp72,39 triliun, yang dilansir dari Detik Finance pada Selasa (19/5/2026), sebagai bukti keberlanjutan proyek tersebut.

Nilai akumulasi tersebut berasal dari penanaman modal swasta murni yang mendominasi sebesar Rp60,29 triliun. Sementara itu, pembiayaan untuk fasilitas publik serta penugasan kementerian dan lembaga menyumbang sebesar Rp12,10 triliun.

"Total angka estimasi investasi sebesar Rp 72,39 triliun ini menunjukkan kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat," kata Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw.

Secara keseluruhan, terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan 65 pelaku usaha swasta murni beserta 15 penugasan kementerian dan lembaga. Investor lokal maupun internasional tercatat ikut berpartisipasi dalam kesepakatan tersebut.

Sebanyak 11 PKS ditandatangani oleh investor asing dari enam negara, meliputi Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sisa 64 perjanjian kerja sama lainnya dipegang oleh pelaku usaha domestik.

Aliran modal ini tersebar ke berbagai sektor esensial seperti hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga area komersial. Pertumbuhan ekonomi juga mulai terlihat dari maraknya usaha makanan, minuman, dan bisnis penunjang di kawasan tersebut.

Sinyal positif dari para investor ini dinilai sebagai langkah awal pembentukan pasar masa depan di kawasan ibu kota baru tersebut.

"Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota," tutup Troy Pantouw.

Artikel terkait

Rekomendasi