Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang berlokasi di Pulau Serangan, Kota Denpasar, kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Proyek strategis nasional ini dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata premium serta menarik investasi internasional di Indonesia.
Dilansir dari Kompas, kawasan seluas 498 hektare tersebut dikelola oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID). Berdasarkan data dari laman resmi pengelola dan Dewan Nasional KEK, destinasi ini dirancang sebagai pusat wisata mewah berskala global.
Pengembangan KEK Kura Kura Bali mengusung konsep wilayah terpadu yang menggabungkan berbagai fasilitas utama. Di dalamnya akan tersedia marina terintegrasi, pusat keunggulan pendidikan, taman teknologi, hingga pusat kesehatan gaya hidup.
Selain fokus pada pariwisata, kawasan ini tengah disiapkan untuk menjadi International Financial Center (IFC) Indonesia. Langkah ini bertujuan menarik investasi global, termasuk dari family office dan sovereign wealth fund mancanegara.
Integrasi antara wisata premium dan aktivitas ekonomi ini diharapkan mampu menjadikan Bali sebagai hub investasi internasional yang kuat. Pemerintah menetapkan target ambisius bagi kawasan ini untuk jangka panjang hingga beberapa dekade mendatang.
Total investasi yang diproyeksikan masuk ke kawasan ini mencapai angka Rp 104,4 triliun saat beroperasi penuh pada 2052. Dari sisi pendapatan negara, KEK ini ditargetkan menyumbang devisa kumulatif sebesar Rp 477 triliun pada tahun yang sama.
Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Hingga kuartal I 2026, realisasi investasi yang masuk ke KEK Kura Kura Bali telah tercatat sebesar Rp 1,62 triliun. Capaian modal ini telah memberikan dampak langsung terhadap sektor lapangan kerja di wilayah tersebut.
Sebanyak lebih dari 2.100 orang telah terserap sebagai tenaga kerja di kawasan ini hingga awal tahun 2026. Target penyerapan tenaga kerja akan terus meningkat seiring dengan progres pembangunan dan operasional kawasan secara bertahap.
Pemerintah memprediksi bahwa pada saat mencapai operasional penuh di tahun 2052, kawasan ini mampu menampung hingga 99.853 tenaga kerja. Sektor pariwisata dan jasa akan menjadi penyerap utama dalam proyeksi ketenagakerjaan tersebut.
Dalam periode lima tahun pertama operasional, target perolehan devisa dipatok pada angka Rp 4,6 triliun. KEK Kura Kura Bali tetap menjadi salah satu tumpuan utama dalam transformasi ekonomi Bali melalui integrasi bisnis, kesehatan, pendidikan, dan teknologi.