Investor Asing Borong Saham Astra Rp2,65 Triliun Per Mei 2026

Investor Asing Borong Saham Astra Rp2,65 Triliun Per Mei 2026

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih bernilai total Rp2,65 triliun pada saham PT Astra International Tbk (ASII) di seluruh pasar hingga pertengahan Mei 2026. Langkah akumulasi modal internasional ini terjadi di tengah derasnya arus dana keluar yang sedang melanda pasar saham domestik.

Dilansir dari Investor Daily melalui koranmanado.co.id, nilai akumulasi pemodal internasional khusus di pasar reguler menembus Rp2,44 triliun hingga Rabu, 13 Mei 2026. Pencapaian ini memposisikan saham emiten otomotif raksasa berkode ASII tersebut sebagai instrumen yang paling banyak dikoleksi asing di pasar reguler sepanjang tahun berjalan.

Kondisi pasar modal Indonesia secara umum justru sedang mengalami tekanan modal keluar yang signifikan menurut laporan mediakompeten.co.id. Total dana asing yang mengalir keluar dari Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp40,82 triliun secara year-to-date hingga hari terakhir perdagangan bursa pada Senin, 13 Mei 2026.

Aksi lepas saham oleh investor asing paling banyak menyasar emiten berkapitalisasi pasar besar lainnya seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Nilai transaksi penjualan bersih untuk saham perbankan tersebut tercatat mencapai Rp26,91 triliun secara year-to-date di pasar reguler.

Meskipun diminati pemodal luar negeri, pergerakan harga saham ASII di lantai bursa masih mengalami tekanan koreksi dalam jangka pendek. Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com, harga saham ASII ditutup melemah sebesar 3,31 persen ke level Rp5.850 per lembar pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, yang menggenapi akumulasi koreksi sebesar 12,69 persen sejak awal tahun.

Sikap konservatif analis dan penurunan target harga saham muncul setelah PT Astra International Tbk merilis laporan keuangan kuartal I/2026 yang menunjukkan koreksi kinerja. Sentimen negatif juga dipengaruhi oleh aksi divestasi dari institusi global seperti manajer aset asal Amerika Serikat, Blackrock Inc.

Data Bloomberg mencatat Blackrock Inc telah melepas kepemilikan saham Astra sebanyak 115,53 juta lembar pada Senin, 11 Mei 2026 akibat proyeksi ekonomi makro yang menantang. Penurunan permintaan di sektor industri kendaraan bermotor serta hambatan teknis pada lini bisnis pertambangan grup menjadi pemicu utama aksi jual.

Dilansir dari Insight melalui asatunews.co.id, jumlah saham Astra yang dikelola oleh Blackrock kini menyusut menjadi 769,32 juta lembar setelah transaksi tersebut rampung. Perusahaan manajemen aset tersebut mencatatkan harga perolehan rata-rata atau cost basis average sebesar Rp4.259 per lembar saham.

Artikel terkait

Rekomendasi