Investor Asing Borong Saham ITMG Rp25 Miliar

Investor Asing Borong Saham ITMG Rp25 Miliar

Investor asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp25,01 miliar pada saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dalam perdagangan Senin (18/5/2026). Langkah ini berhasil mendorong kenaikan harga saham emiten batu bara tersebut sebesar 4,18 persen hingga ditutup pada level Rp24.950 per lembar.

Aktivitas pasar ini sekaligus menghentikan tren penurunan harga saham perusahaan yang berlangsung sejak 6 Mei hingga 13 Mei 2026. Dilansir dari Investor Daily, akumulasi nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp60,37 miliar dengan volume perdagangan 2,49 juta lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 4.529 kali.

Mandiri Sekuritas melalui analisisnya memberikan rekomendasi beli untuk saham ITMG dengan target harga dipasang pada Rp25.550 dan batas stoploss di bawah Rp24.625. Berdasarkan harga penutupan, rasio price to book value (PBV) ITMG berada pada posisi 0,85 kali dengan price earning ratio (PER) sebesar 9,40 kali trailing twelve months.

Penguatan saham tersebut terjadi bersamaan dengan jadwal pembayaran dividen final tahun buku 2025 senilai Rp992 per saham pada Selasa (19/5/2026). Manajemen mengonfirmasi dana dividen dialokasikan kepada pemilik 1.114.899.100 saham yang diterbitkan perseroan, dengan yield dividen final tercatat 3,89 persen berdasarkan harga cum date Rp25.450 pada 27 April lalu.

Manajemen Indo Tambangraya Megah menyampaikan optimisme terhadap kinerja kuartal kedua tahun 2026 yang ditopang perbaikan cuaca dan penguatan harga batu bara global. Volume penjualan batu bara pada kuartal kedua diproyeksikan mencapai 6,5 juta ton atau naik 3 persen secara kuartalan, dengan total penjualan paruh pertama diperkirakan menembus 12,8 juta ton.

Komposisi kontrak penjualan saat ini terdiri atas 64 persen fixed price, 35 persen indexed pricing, dan 1 persen belum terjual. Untuk target output produksi kuartal kedua, perseroan membidik angka 5,4 juta ton batu bara atau meningkat 15 persen secara kuartalan seiring kondisi cuaca yang lebih kondusif.

Manajemen menjelaskan strategi mempertahankan stripping ratio tinggi di level 10,4 kali tetap dijalankan untuk mengoptimalkan urutan penambangan. Hingga 15 Mei 2026, indeks Newcastle dan ICI-3 masing-masing telah menguat sekitar 14 persen dan 10 persen secara quarter-to-date, meski kenaikan harga bahan bakar diperkirakan menambah cash cost sekitar US$3 per ton.

Laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 memperlihatkan posisi neraca emiten terafiliasi grup Banpu Public Company Limited asal Thailand ini yang stabil dengan total ekuitas tumbuh menjadi US$1.924.832 ribu. Meskipun pendapatan tumbuh 3,12 persen menjadi US$497.577 ribu, eskalasi beban pokok menyebabkan laba bersih menyusut 15,84 persen menjadi US$54.674 ribu.

Tingkat likuiditas perusahaan terpantau sangat kuat dengan current ratio sebesar 3,61 kali, quick ratio di level 3,36 kali, dan rasio utang terhadap modal (DER) rendah sebesar 0,25 kali. Dilansir dari PintarSaham, analisis metrik dengan nilai tukar tengah Rp16.993 per dolar AS menghasilkan PBV sebesar 0,83 kali dan PER 7,05 kali disetahunkan.

Manajemen ITMG kini terus berupaya mengendalikan biaya melalui efisiensi biaya overhead profesional, evaluasi jarak overburden dumping, serta menjaga level persediaan memadai. Langkah antisipasi tersebut disiapkan perseroan guna menghadapi ketidakpastian regulasi domestik terkait revisi kuota produksi RKAB, kebijakan domestic market obligation (DMO) kisaran 25 hingga 30 persen, hingga potensi bea ekspor.

Berikut rincian data laporan posisi keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk untuk kuartal pertama tahun 2026:

Laporan Posisi Keuangan Q1 2026 (dalam ribuan US$)
Komponen KeuanganQ1 2026FY 2025Perubahan YtD
Total Aset2.404.9622.406.063-0,05%
Aset Lancar1.222.9671.295.604-5,61%
Aset Tidak Lantaran1.181.9951.110.459+6,44%
Total Liabilitas480.130497.732-3,54%
Liabilitas Jangka Pendek338.501344.515-1,75%
Liabilitas Jangka Panjang141.629153.217-7,56%
Total Ekuitas1.924.8321.908.331+0,86%

Berikut rincian data laporan laba rugi PT Indo Tambangraya Megah Tbk untuk kuartal pertama tahun 2026:

Laporan Laba Rugi Q1 2026 (dalam ribuan US$, kecuali EPS)
Komponen KeuanganQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan497.577482.516+3,12%
Laba Kotor132.753135.350-1,92%
Laba Usaha76.28880.662-5,42%
Laba Bersih54.67464.967-15,84%
EPS0,050,06-16,67%

Artikel terkait

Rekomendasi