Investor Asing Jual Bersih Rp 1,88 Triliun di BEI 26 Mei 2026

Investor Asing Jual Bersih Rp 1,88 Triliun di BEI 26 Mei 2026

Aksi lepas saham oleh investor asing melanda Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia yang dikutip dari Suara, nilai jual bersih atau net foreign sell investor asing mencapai Rp 1,88 triliun di seluruh pasar.

Gelombang pelepasan aset ini memperpanjang tren keluar modal asing dari pasar saham domestik sepanjang tahun berjalan. Secara kumulatif, nilai dana yang telah ditarik investor asing sejak awal tahun atau year to date telah menyentuh angka Rp 56,46 triliun.

Tekanan jual yang masif dari pelaku pasar internasional ini menjadi pemicu utama koreksi Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG terpaksa ditutup melemah pada akhir sesi perdagangan akibat aksi ambil untung dan pengalihan aset tersebut.

Aktivitas pelepasan saham oleh pemodal internasional ini paling banyak menyasar emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar. Saham sektor perbankan dan konglomerasi menjadi lini utama yang paling banyak dilepas oleh investor asing.

Aksi jual bersih terbesar dipimpin oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai pelepasan mencapai Rp 386,04 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 359,76 miliar.

Tekanan jual juga melanda emiten perbankan pelat merah dan sektor energi terbarukan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat jual bersih Rp 264,43 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 225,88 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp 191,65 miliar.

Emiten Komoditas dan Pertambangan Tetap Diminati

Di tengah maraknya aksi lepas saham big caps, beberapa saham di sektor komoditas dan pertambangan justru menunjukkan performa sebaliknya. Sejumlah emiten di sektor ini terpantau masih gencar dikoleksi dan menjadi target beli investor asing.

Aktivitas beli bersih atau top net foreign buy tertinggi dicatatkan oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai mencapai Rp 156,85 miliar. Langkah akumulasi ini diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang membukukan nilai beli bersih sebesar Rp 115,74 miliar.

Tiga emiten pertambangan dan energi lainnya juga melengkapi daftar saham yang paling banyak diburu asing. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat net foreign buy Rp 50,61 miliar, disusul PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) senilai Rp 29,91 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 26,57 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi