Otoritas Jasa Keuangan mencatat lonjakan aksi jual bersih oleh investor asing di pasar Surat Berharga Negara hingga mencapai Rp 15,43 triliun pada Mei 2026 seiring meningkatnya ketidakpastian global yang memicu kenaikan yield obligasi pemerintah.
Nilai penjualan bersih tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana aksi pelepasan aset oleh investor asing tercatat sebesar Rp 11,73 triliun, sebagaimana dilansir dari Investasi.
Peningkatan persepsi risiko global menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar obligasi domestik menurut penjelasan otoritas terkait.
"Yield SBN naik secara rata-rata sebesar 5,61 basis poin secara month to month. Ini dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global," ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK.
Meskipun tekanan terhadap surat utang negara masih berlanjut, Indonesia Composite Bond Index justru menunjukkan penguatan ke level 437,26 pada akhir Mei 2026 dari posisi sebelumnya sebesar 435,85 pada April 2026.
Kondisi berbeda juga terlihat pada pasar obligasi korporasi yang masih mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 0,21 triliun melalui instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk.
Berdasarkan data instansi pengawas tersebut, angka net buy korporasi ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dibandingkan dengan capaian bulan April 2026 yang hanya berada di angka Rp 0,01 triliun.
Sementara itu, porsi kepemilikan oleh penanam modal lokal di pasar obligasi bergerak turun tipis ke angka 58,83% pada Mei 2026 dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 59,45%.