Aksi beli signifikan oleh investor mewarnai perdagangan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mengalami penurunan harga hingga 7,13 persen ke level Rp 4.300 pada sesi I perdagangan Senin (11/5/2026) pukul 09.36 WIB. Koreksi tajam ini terjadi tepat saat dimulainya periode ex date dividen perseroan di pasar reguler dan negosiasi.
Volume perdagangan instrumen keuangan ini tercatat sangat aktif dengan akumulasi mencapai 128 juta lembar saham yang berpindah tangan melalui 23.900 kali frekuensi transaksi. Berdasarkan data perdagangan pada periode tersebut, total nilai transaksi yang dihasilkan menyentuh angka Rp 552 miliar.
Meskipun harga sedang tertekan, minat investasi terhadap emiten perbankan ini justru menunjukkan tren positif. Dilansir dari Investor Daily, sejumlah pelaku pasar memanfaatkan momentum pelemahan harga tersebut untuk melakukan akumulasi beli di harga rendah.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas memperkuat fenomena tersebut dengan mencatatkan nilai net buy sebesar Rp 149,5 miliar pada saham BMRI. Angka pembelian bersih ini tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan dengan emiten lainnya pada periode perdagangan yang sama.
Situasi pasar pada Senin pagi berbanding terbalik dengan kondisi saat penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026). Ketika periode cum date dividen final berakhir pekan lalu, harga saham BMRI hanya melemah tipis sebesar 0,22 persen dan bertahan pada posisi Rp 4.630 per lembar saham.
Kebijakan pembagian keuntungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri. Perseroan menetapkan rasio pembayaran dividen sebesar 79 persen dari total laba bersih tahun buku 2025, dengan total alokasi dana mencapai Rp 44,47 triliun atau Rp 476,95 per lembar saham.
Total dividen tersebut mencakup dividen interim sebesar Rp 9,32 triliun yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 14 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan segera didistribusikan adalah senilai Rp 35,15 triliun atau setara dengan Rp 376,95 per lembar saham.
Manajemen menjadwalkan penetapan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) pada 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Adapun realisasi pembayaran seluruh dividen tunai tersebut direncanakan akan dilakukan secara serentak pada tanggal 25 Mei 2026 mendatang.