Investor Serap SBN Ritel ORI028 Jelang Penutupan Masa Penawaran

Investor Serap SBN Ritel ORI028 Jelang Penutupan Masa Penawaran

Pemesanan Obligasi Negara Ritel seri ORI028 hampir habis terjual menjelang penutupan masa penawaran pada Kamis, 23 Oktober 2025. Dilansir dari Personalfinance, total penjualan instrumen investasi ini telah menembus angka sekitar Rp 14 triliun berdasarkan data dari mitra distribusi Bareksa pada Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB.

Dari total penjualan tersebut, ORI028 tenor 3 tahun (ORI028-T3) mendominasi dengan realisasi sebesar 96,06 persen atau sekitar Rp 9,6 triliun dari kuota nasional Rp 10 triliun. Sementara itu, ORI028 tenor 6 tahun (ORI028-T6) telah terserap sebesar 89,1 persen atau sekitar Rp 4,45 triliun dari pagu nasional sebesar Rp 5 triliun.

Tingginya minat masyarakat terhadap tenor pendek terkonfirmasi oleh PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit). Head of PR & Corporate Communication Bibit, William mengonfirmasi bahwa mayoritas pemodal di platformnya lebih memilih instrumen dengan jangka waktu tiga tahun.

"Kecenderungan minat investor di Bibit sama dengan tren yang terlihat secara nasional," kata William.

Pihak Bibit menyatakan bahwa performa penjualan produk surat utang negara ini berjalan lancar. William menambahkan bahwa realisasi pelepasan produk tersebut sejauh ini sudah berada pada jalur yang tepat serta selaras dengan estimasi awal perusahaan.

Kondisi serupa juga dicatatkan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan volume transaksi yang memuaskan. Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengungkapkan nilai penjualan ORI028 di bank tersebut sudah melampaui Rp 1 triliun hingga Selasa, 14 Oktober 2025, di mana porsi tenor 3 tahun mencapai 80 persen.

"Hal ini sejalan dengan tren penjualan SBN ritel di BCA pada seri-seri sebelumnya," kata Hera.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengumpulkan angka pemesanan sebesar Rp 400 miliar per Rabu, 15 Oktober 2025. General Manager Wealth Management BNI, Henny Eugenia menyebutkan preferensi nasabah ritel BNI masih didominasi oleh tenor jangka pendek.

"Hal ini sesuai dengan horizon waktu investor ritel yang seringkali mengakomodasi keperluan finansial untuk jangka waktu yang lebih pendek," terang Henny.

Daya serap yang tinggi terhadap obligasi negara ini juga terlihat pada jalur perusahaan efek. Direktur Ritel Mandiri Sekuritas, Theodora Manik mengutarakan bahwa produk komoditas investasi ini sangat diminati oleh para nasabah individu di perusahaannya.

"Produk jenis ini tepat untuk menjaga kestabilan kinerja investasi individu di tengah kondisi pasar yang menantang," ujar Theodora.

Meskipun mencatat penjualan yang besar, proyeksi total serapan diperkirakan tidak akan menyentuh angka penuh 100 persen dari target awal. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto memperkirakan capaian akhir hanya akan berada pada kisaran 80 hingga 90 persen dari target Rp 15 triliun.

Faktor nominal imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan seri pendahulunya disinyalir menjadi alasan sebagian pemodal bersikap menahan diri. Sebagai informasi, besaran kupon bersih ditetapkan sebesar 5,35 persen untuk tenor 3 tahun dan 5,65 persen untuk tenor 6 tahun.

"Tidak semua masyarakat mengikuti kondisi penurunan suku bunga, sehingga mereka hanya melihat kuponnya kecil dibandingkan dengan produk-produk SBN ritel sebelumnya." kata Ramdhan.

Kendati demikian, Ramdhan menilai instrumen SBN ritel berikutnya seperti seri ST015 tetap akan dilirik publik karena memiliki risiko yang sangat terukur. Ia menggarisbawahi bahwa penentuan keputusan investasi saat ini sangat dipengaruhi oleh perbandingan keuntungan di pasar.

"Masyarakat sekarang sudah punya komparasi untuk mendapatkan return yang terbaik," kata Ramdhan.

Bagi masyarakat yang berminat, syarat penanaman modal minimal ditetapkan sebesar Rp 1 juta melalui sistem elektronik mitra distribusi resmi. Prosedur investasi meliputi empat tahapan utama, yakni registrasi data diri untuk mendapatkan nomor SID, pemesanan kuota, pembayaran via bank persepsi, dan konfirmasi kepemilikan.

Artikel terkait

Rekomendasi