Investor Ubah Alokasi Aset demi Mitigasi Risiko Pasar Fluktuatif

Investor Ubah Alokasi Aset demi Mitigasi Risiko Pasar Fluktuatif

Para pelaku pasar disarankan untuk meracik ulang portofolio investasi melalui strategi alokasi aset taktis demi mengendalikan risiko di tengah kondisi pasar yang fluktuatif pada Jumat (5/6/2026), dilansir dari Investasi.

Langkah adaptif ini dinilai efektif meminimalisir penurunan kinerja investasi secara keseluruhan saat pasar saham sedang tertekan, sekaligus memastikan ketersediaan aset likuid.

Chief Investment Officer KIM Indonesia Barkah Supriadi menjelaskan bahwa perombakan portofolio penting dilakukan sebagai langkah taktis untuk membuka peluang menambah aset-aset fundamental kuat yang secara valuasi sudah murah.

"Strategi alokasi aset taktis, atau biasa disebut Tactical Asset Allocation (TAA) menjadi sangat ideal untuk kondisi market yang sangat fluktuatif seperti saat ini," kata Barkah Supriadi, Chief Investment Officer KIM Indonesia.

Pengalihan porsi investasi dapat diarahkan ke instrumen dengan tingkat risiko rendah hingga moderat seperti reksadana pasar uang (RDPU) dengan target imbal hasil 4,5 persen sampai 5 persen per tahun, serta reksadana pendapatan tetap (RDPT) dengan target 6 persen hingga 7 persen per tahun.

"Kedua instrumen ini menawarkan peluang imbal hasil yang lebih realistis dan terukur dengan risiko fluktuasi yang cenderung minim," kata Barkah Supriadi, Chief Investment Officer KIM Indonesia.

Tekanan di pasar modal saat ini dipicu oleh sentimen global berupa peningkatan inflasi Amerika Serikat yang berpotensi menahan suku bunga acuan lebih lama, sehingga memicu aliran modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia.

Secara terpisah, penempatan sebagian aset dalam denominasi dolar Amerika Serikat juga disarankan untuk menjaga stabilitas melalui instrumen uang tunai, reksadana berbasis dolar, maupun obligasi mata uang asing.

"Semua instrumen bisa menjadi pilihan, tergantung risk profile masing-masing. Saat ini tidak ada proyeksi return," ujar Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management.

Selain membagi jenis aset, investor diminta untuk terus memantau arah kebijakan serta komunikasi yang disampaikan oleh pemerintah karena respons tersebut akan menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar.

"Apakah pemerintah bisa sadar dan berubah atau tetap seperti ini saja. Pemerintah perlu kelola fiskal dengan baik, jaga komunikasi publik bila perlu dan jangan pidato dulu untuk beberapa waktu," tambah Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management.

Artikel terkait

Rekomendasi