IPCC Catat Kenaikan Total Shipcall Terminal Hingga April 2026

IPCC Catat Kenaikan Total Shipcall Terminal Hingga April 2026

PT Indoneis Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan total shipcall pada seluruh terminal sebanyak 1.248 shipcalls hingga April 2026. Pencapaian ini mengalami peningkatan sebesar 21,17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.030 shipcalls.

Kenaikan operasional tersebut dilansir dari Investasi setara dengan penambahan jumlah sebanyak 56.260 unit kendaraan. Di sisi lain, Branch Jakarta secara individual justru mencatat penurunan volume menjadi 147.885 unit pada 2026 dari angka 154.009 unit pada 2025.

Pergeseran angka ini menunjukkan adanya penataan ulang distribusi volume antar terminal demi menyelaraskan kapasitas operasional melalui digitalisasi. Sementara itu, total volume konsolidasi terminal Satelit IPCC menyumbang hasil positif dengan menyentuh 150.087 unit pada bulan pertama kuartal II 2026.

Pertumbuhan juga terdeteksi pada segmen kendaraan ramah lingkungan yang ditangani terminal perusahaan. Volume kendaraan listrik (EV) merangkak naik dari 2.329 unit pada Januari menjadi 3.916 unit pada April 2026, disertai penanganan sejumlah kendaraan hybrid untuk pasar ekspor.

Pihak manajemen mengaitkan hasil positif ini dengan efektivitas strategi internal dan membaiknya kondisi pasar global pada hari Sabtu, 30 Mei 2026.

"Pertumbuhan kinerja ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan serta dalam penguatan engagement terhadap pelanggan sehingga kepercayaan tetap terbangun erat, didukung oleh membaiknya stabilitas geopolitik global yang berdampak positif terhadap permintaan dan distribusi kargo internasional Indonesia," ucap Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi.

Direktur Utama IPCC juga menilai perkembangan ini menjadi bukti nyata diterimanya standar pelayanan korporasi oleh pasar domestik maupun internasional.

"IPCC berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal kendaraan melalui transformasi operasional yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran rantai pasok otomotif nasional," ujar Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC.

Ke depan, manajemen IPCC menegaskan fokusnya pada implementasi teknologi modern serta penyiapan infrastruktur terminal guna menghadapi dominasi kendaraan listrik.

"Langkah ini juga menjadi bagian dari kesiapan Perseroan dalam mengantisipasi peningkatan arus kendaraan listrik dan hybrid yang semakin mendominasi aktivitas ekspor-impor otomotif Indonesia, sekaligus mendukung ekosistem logistik yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan," kata Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC.

Artikel terkait

Rekomendasi