Pemerintah membantah keras adanya rencana perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul di tengah bergulirnya isu pergantian Menteri Keuangan, seperti dilansir dari Suara.
Nama ekonom senior Muhammad Chatib Basri ramai diperbincangkan publik sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa. Rumor tersebut mencuat di media sosial Threads dan X, terutama di kalangan investor saham.
Spekulasi reshuffle ini dipicu oleh tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level rendah. Purbaya Yudhi Sadewa, yang dilantik pada September 2025, telah membantah rumor pengunduran dirinya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menegaskan bahwa tidak ada rencana perombakan kabinet dari pihak Istana. Hingga saat ini, Chatib Basri memilih tidak memberikan komentar publik demi menjaga etika sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Seiring mencuatnya isu tersebut, netizen juga mempertanyakan hubungan antara Chatib Basri dan mendiang Faisal Basri karena kesamaan nama belakang dan profesi. Keduanya dikenal sebagai ekonom terkemuka alumnus Universitas Indonesia (UI).
Hubungan keduanya merupakan sahabat dekat dan sesama intelektual yang kerap berkolaborasi dalam kajian ekonomi. Faisal Basri sendiri telah meninggal dunia pada 5 September 2024.
Chatib Basri mengenang almarhum dengan sapaan akrab "Bang Faisal". Ia memandang Faisal Basri sebagai sosok ekonom berani yang bertindak sebagai lentera perubahan demi mengawal pembangunan yang berkeadilan.
Kedua tokoh ini tercatat pernah menyusun kajian ekonomi bersama, termasuk tinjauan triwulanan perekonomian Indonesia yang melibatkan ekonom Mohamad Ikhsan.
Rekam Jejak Eks Menkeu Chatib Basri
Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965 dari ayah bernama Chairul Basri, kakak kandung sastrawan Asrul Sani. Berasal dari latar belakang keluarga Minangkabau di Rao, Pasaman, Sumatera Barat, Chatib sempat menggeluti dunia politik, sastra, dan seni teater sebelum memilih jalur ekonomi.
Ia meraih gelar S1 Ekonomi di UI pada 1992, kemudian meraih gelar Master of Economic Development (1996) dan Ph.D. Ekonomi (2001) dari Australian National University (ANU).
Karier Chatib di pemerintahan terbilang matang, di mana ia pernah menjabat sebagai Kepala BKPM (2012-2013) dan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2013-2014). Di kancah internasional, ia pernah menjadi Sherpa Indonesia untuk G20 serta menjadi visiting scholar di Harvard Kennedy School.
Saat ini, Chatib Basri aktif menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri, Presiden Komisaris XL Axiata, serta anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Pengalamannya dalam menghadapi krisis ekonomi membuat banyak pengamat menilai dirinya sebagai figur yang ideal di tengah ketidakpastian global saat ini.