ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham di Tengah Penguatan Kinerja

ITMG Bagikan Dividen Final Rp992 per Saham di Tengah Penguatan Kinerja

PT Indo Tambangraya Megah Tbk mendistribusikan dividen final tahun buku 2025 senilai Rp992 per lembar saham pada Selasa (19/5/2026). Langkah korporasi ini terlaksana setelah saham emiten pertambangan batu bara tersebut melonjak sebesar 4,18 persen ke posisi Rp24.950 per unit pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Aksi beli bersih oleh investor asing senilai Rp25,01 miliar memicu lonjakan harga saham berkode ITMG tersebut. Transaksi ini sekaligus mengakhiri tren pelemahan harga saham yang sempat berlangsung sejak 6 Mei hingga 13 Mei 2026. Dilansir dari Investor Daily, aktivitas pasar mencakup perdagangan 2,49 juta lembar saham dengan frekuensi 4.529 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp60,37 miliar.

Manajemen Indo Tambangraya Megah mengonfirmasi bahwa alokasi dana dividen ditujukan kepada pemilik 1.114.899.100 lembar saham. Tingkat yield dividen final tercatat sebesar 3,89 persen jika mengacu pada harga cum date senilai Rp25.450 pada 27 April lalu. Terkait prospek bisnis, manajemen emiten yang terafiliasi dengan grup Banpu Public Company Limited asal Thailand ini menyatakan optimisme terhadap kinerja operasional kuartal kedua tahun 2026 karena ditopang perbaikan cuaca dan penguatan harga batu bara global.

Volume penjualan komoditas pada kuartal kedua tahun 2026 diproyeksikan oleh manajemen mampu menyentuh angka 6,5 juta ton, atau tumbuh sebesar 3 persen secara kuartalan. Komposisi kontrak penjualan terdiri atas 64 persen harga tetap (fixed price), 35 persen harga indeks (indexed pricing), dan 1 persen pasokan yang belum terjual. Sementara itu, target output produksi batu bara ditetapkan sebesar 5,4 juta ton atau naik 15 persen secara kuartalan dengan mempertahankan strategi rasio pengupasan (stripping ratio) tinggi pada level 10,4 kali.

Manajemen menjelaskan bahwa kenaikan indeks Newcastle sebesar 14 persen dan ICI-3 sebesar 10 persen secara quarter-to-date hingga 15 Mei 2026 memberikan dampak positif terhadap perseroan. Meski demikian, kenaikan harga bahan bakar diperkirakan bakal menambah biaya tunai (cash cost) sekitar US$3 per ton. Guna menghadapi tantangan jangka menengah seperti ketidakpastian regulasi domestik terkait revisi kuota produksi RKAB, kebijakan domestic market obligation sebesar 25 hingga 30 persen, serta potensi bea ekspor, perseroan terus menjalankan efisiensi biaya overhead profesional, evaluasi jarak overburden dumping, dan menjaga persediaan batu bara yang memadai.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026 yang dilansir dari PintarSaham, total ekuitas perusahaan tumbuh menjadi US$1.924.832 ribu dengan total liabilitas sebesar US$480.130 ribu. Pendapatan kuartal pertama terangkat 3,12 persen menjadi US$497.577 ribu, namun laba bersih menyusut 15,84 persen secara tahunan menjadi US$54.674 ribu. Penurunan ini menekan earning per share (EPS) menjadi US$0,05 akibat adanya eskalasi pada beban pokok pendapatan.

Kondisi likuiditas perseroan dilaporkan berada dalam posisi aman dengan current ratio sebesar 3,61 kali, quick ratio pada level 3,36 kali, dan rasio utang terhadap modal sebesar 0,25 kali. Berdasarkan harga penutupan tersebut, rasio price to book value bertengger pada angka 0,85 kali dengan price earning ratio sebesar 9,40 kali trailing twelve months. Di sisi lain, Mandiri Sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk saham ITMG dengan target harga Rp25.550 dan batas stoploss di bawah Rp24.625.

Laporan Posisi Keuangan Q1 2026 (dalam ribuan US$)
Komponen KeuanganQ1 2026FY 2025Perubahan YtD
Total Aset2.404.9622.406.063-0,05%
Aset Lancar1.222.9671.295.604-5,61%
Aset Tidak Lantaran1.181.9951.110.459+6,44%
Total Liabilitas480.130497.732-3,54%
Liabilitas Jangka Pendek338.501344.515-1,75%
Liabilitas Jangka Panjang141.629153.217-7,56%
Total Ekuitas1.924.8321.908.331+0,86%
Laporan Laba Rugi Q1 2026 (dalam ribuan US$)
Komponen KeuanganQ1 2026Q1 2025Perubahan YoY
Pendapatan497.577482.516+3,12%
Laba Kotor132.753135.350-1,92%
Laba Usaha76.28880.662-5,42%
Laba Bersih54.67464.967-15,84%
EPS0,050,06-16,67%

Artikel terkait

Rekomendasi