PT Jamkrida Sumbar memfokuskan portofolio bisnis pada penjaminan sektor produktif demi menyokong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat perekonomian daerah pada Senin (1/6/2026).
Langkah strategis penjaminan ini tetap dipertahankan oleh perusahaan penjaminan kredit daerah tersebut meskipun dinamika perekonomian saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi dunia bisnis, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Dominasi penjaminan sektor produktif ini tercermin dari data performa perseroan yang mencatat porsi sebesar 56,30 persen dari total nilai penjaminan Jamkrida Sumbar hingga April 2026.
Sektor produktif tersebut disalurkan melalui perbankan dan lembaga keuangan mitra yang utamanya mengalir untuk kredit investasi, pembiayaan UMKM, serta kredit modal kerja.
Pihak manajemen menyatakan bahwa sektor penjaminan ini memegang peranan krusial karena memberikan pengaruh nyata bagi penguatan usaha lokal dan penyediaan lapangan kerja di wilayah Sumatera Barat.
"Penjaminan produktif memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan pelaku usaha lokal di Sumatera Barat," ucap Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli.
Perlambatan permintaan kredit dari sektor usaha ataupun peningkatan sikap kehati-hatian lembaga keuangan diakui menjadi faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan lini bisnis ini.
"Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi porsi penjaminan produktif dalam jangka pendek," tutur Ibnu Fadhli.
Meskipun penjaminan konsumtif dinilai memiliki profil risiko yang lebih terukur dalam situasi ekonomi sekarang, perusahaan menegaskan tidak akan mengubah arah fokus bisnis utamanya.
"Perusahaan tidak akan sepenuhnya mengalihkan fokus ke sektor konsumtif. Secara strategis, perusahaan tetap berupaya menjaga kontribusi sektor produktif sebagai porsi utama portofolio penjaminan," ungkap Ibnu Fadhli.
Manajemen PT Jamkrida Sumbar ke depannya bakal terus menerapkan langkah penyelarasan agar keseimbangan portofolio antara penjaminan produktif dan konsumtif tetap berada dalam kondisi yang sehat.