PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) membukukan realisasi nilai penjaminan mencapai Rp43,6 triliun hingga kuartal I/2026 sebagai bentuk dukungan pembiayaan bagi 836.487 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Pencapaian kinerja perusahaan penjaminan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini diklaim telah berkontribusi pada penyerapan 2.978.129 tenaga kerja nasional, dilansir dari Finansial. Angka tersebut mencerminkan penguatan akses permodalan bagi sektor produktif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Jamkrindo kini fokus membangun ekosistem pengembangan usaha melalui penyediaan layanan yang menghubungkan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan formal. Langkah ini dibarengi dengan transformasi internal untuk meningkatkan kualitas layanan dan responsivitas terhadap kebutuhan mitra bisnis di lapangan.
“PT Jamkrindo tidak hanya fokus pada penguatan kinerja bisnis, tetapi juga terus berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM melalui berbagai program pendampingan dan literasi,” ujar Agustinus Handoko, Plt Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo.
Manajemen menyatakan bahwa fondasi ekonomi Indonesia bergantung pada kekuatan sektor UMKM di tengah dinamika tantangan usaha global yang terus berubah. Transformasi perusahaan saat ini mencakup percepatan digitalisasi, penyederhanaan proses bisnis, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.
Selain fokus pada sisi komersial, perusahaan menjalankan fungsi sosial melalui program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu realisasinya adalah penyelenggaraan Workshop Literasi Keuangan bertajuk “Unlock UMKM 2026: Kelola Cuan, Kuasai Pasar” yang berlangsung di Banyuwangi pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Timur tersebut memberikan edukasi mengenai strategi pengelolaan keuangan sehat dan pemahaman mengenai kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar. Program ini bertujuan agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat secara berkelanjutan.