Remaja Kembangan Raup Ratusan Ribu Rupiah dari Jasa Angkut Motor Banjir

Remaja Kembangan Raup Ratusan Ribu Rupiah dari Jasa Angkut Motor Banjir

Sejumlah remaja di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, memanfaatkan genangan banjir untuk menawarkan jasa angkut sepeda motor menggunakan gerobak pada Selasa (5/5/2026). Inisiatif ini muncul menyusul lumpuhnya akses di Jalan Outer Ring Road dan Jalan Kembangan Selatan akibat luapan air setinggi 50 sentimeter.

Aksi kreatif para pemuda ini terpantau di area bawah jalan tol Kembangan saat mereka mengevakuasi kendaraan agar terhindar dari kerusakan mesin. Dilansir dari Megapolitan, para penyedia jasa ini menggunakan gerobak kayu modifikasi yang diperkuat besi silinder dan roda besar untuk menerjang arus air.

Layanan yang mematok tarif Rp 20.000 untuk jarak sekitar 500 meter ini diminati pengendara yang khawatir motornya mogok. Agus (19), salah satu penyedia jasa, menyatakan bahwa kegiatan ini sudah menjadi rutinitas setiap kali kawasan tersebut terendam air.

"Ini gerobak buat ngangkut motor. Biar enggak kena banjir, biar enggak mogok. Udah sering emang kita," ujar Agus.

Besaran tarif yang ditetapkan tidak hanya berlaku untuk kendaraan, namun juga bagi warga yang ingin menyeberang tanpa harus berbasah-basahan. Penghasilan yang dikumpulkan para remaja ini cukup signifikan selama beberapa jam beroperasi di lokasi titik banjir.

"Motor ama orang sama aja 20.000," sambung Agus.

Hanya dalam kurun waktu empat jam, Agus dan dua rekannya berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 800.000. Uang tersebut nantinya akan dibagi rata kepada seluruh anggota tim yang membantu mendorong gerobak melewati genangan.

"Alhamdulillah udah dapat Rp 800.000-an, nanti dibagi, bertiga kan tadi," kata Agus.

Kawasan Kembangan Selatan dan Outer Ring Road merupakan jalur vital di Jakarta Barat yang kerap mengalami kendala saat intensitas hujan tinggi. Menurut pengakuan Agus, warga setempat sudah sangat mengenali pola banjir dan sigap menyiapkan peralatan bantuan.

"Emang gini. Ini ciri khas, ciri khas warga Kembangan, kita udah biasa kena banjir udah tahu caranya, udah siap kalau banjir," ujarnya.

Diperkirakan terdapat sedikitnya lima tim serupa yang beroperasi di lokasi yang sama untuk membantu para pengguna jalan. Jumlah ini berasal dari satu lingkup Rukun Tetangga (RT) yang berinisiatif turun ke jalan saat kondisi darurat melanda wilayah mereka.

"Kayaknya sih ada lima (tim). Lima yang keluar aja, itu dari RT 2 doang," tutur Agus.

Meskipun meraup keuntungan ekonomi dari situasi tersebut, para penyedia jasa mengaku tetap menaruh simpati kepada para korban banjir. Fadil (21), anggota tim pendorong gerobak lainnya, mengungkapkan perasaan campur aduknya saat bekerja di tengah bencana.

"Ya senang mah senang. Tapi kasihan juga sama yang kena banjir, kalau bisa tetap dibenerin lah jangan sampai banjir terus gitu," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi