Jasa Marga Raup Laba Inti Rp3,7 Triliun Sepanjang 2025

Jasa Marga Raup Laba Inti Rp3,7 Triliun Sepanjang 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil membukukan laba inti sebesar Rp3,7 triliun sepanjang tahun buku 2025 di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Capaian positif BUMN jalan tol ini ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha perseroan sebesar 5,8 persen secara tahunan hingga mencapai Rp19,8 triliun serta peningkatan EBITDA sebesar Rp13,3 triliun.

Pertumbuhan finansial yang stabil tersebut terjadi seiring keberhasilan perusahaan menekan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen secara tahunan. Penurunan beban finansial merupakan dampak dari aksi korporasi equity financing yang dirampungkan Jasa Marga pada akhir tahun 2024.

Mekanisme pembagian keuntungan kepada para pemegang saham dari hasil kinerja tahun buku 2025 kemudian dijelaskan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono melalui keterangan resmi yang dilansir metrotvnews.com.

"Besaran dividen per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) adalah sebesar Rp156,2, sama dengan DPS periode sebelumnya. Dividen tersebut akan dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 4 Juni 2026, dengan jadwal pembagian dividen pada 19 Juni 2026. Sisa laba bersih tahun 2025 Perseroan dialokasikan sebagai laba ditahan yang akan digunakan sebagai cadangan," ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Manajemen juga menegaskan keberhasilan korporasi dalam menjaga efisiensi dan stabilitas laba di tengah ekspansi bisnis tol yang terus berjalan di tingkat nasional.

"Jasa Marga berhasil menjaga pertumbuhan kinerja yang stabil dan resilien. Stabilitas core profit didukung by pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta didukung by keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen (yoy) sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing yang dilakukan pada akhir 2024," jelas Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Untuk mengamankan posisi keuangan ke depan, manajemen berkomitmen menerapkan kebijakan anggaran yang terukur demi mengoptimalkan pendapatan serta menjaga kualitas pelayanan jalan tol bagi masyarakat.

"Kami akan mengupayakan peningkatan pendapatan dan EBITDA melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol secara terukur. Kami yakin dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri jalan tol nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan dengan dukungan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang lebih terkendali, serta kinerja operasional yang solid," tutup Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.

Secara operasional, Jasa Marga masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar dengan mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer. Volume lalu lintas harian rata-rata di ruas tol perseroan tercatat mencapai 3,58 juta kendaraan dengan akumulasi total 1,31 miliar kendaraan selama tahun 2025.

Perubahan nakhoda organisasi ini juga mendapat sambutan hangat dari internal perusahaan melalui media sosial resmi milik emiten berkode saham JSMR tersebut yang dikutip finance.detik.com.

"Segenap Keluarga Besar Jasa Marga Group mengucapkan, selamat bertugas kepada jajaran Direksi Jasa Marga Group," tulis Jasa Marga dalam unggahan media sosialnya.

Pergantian kepengurusan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital operasional tol, melahirkan inovasi pelayanan baru, serta terus memotivasi performa kerja seluruh karyawan korporasi.

"Semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban amanah, menghadirkan kepemimpinan yang membawa dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan, serta menginspirasi seluruh Roadster Jasa Marga untuk terus bertumbuh dan berinovasi," sambung Jasa Marga.

Hingga akhir tahun 2025, Jasa Marga mencatat jumlah pengunduh aplikasi navigasi Travoy melonjak hingga 48 persen menjadi 1,1 juta pengguna aktif serta mengoperasikan sebanyak 59 rest area di seluruh jaringan jalan tolnya.

Artikel terkait

Rekomendasi