Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Republik Yaman

Jawa Timur Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Republik Yaman

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjajaki penguatan hubungan bilateral strategis bersama Pemerintah Republik Yaman melalui sektor perdagangan, investasi, pendidikan, hingga kebudayaan pada Senin, 18 Mei 2026. Langkah ini diambil guna memperluas potensi ekonomi dan mempererat hubungan historis kedua wilayah yang telah terjalin lama.

Hubungan dagang antara Jawa Timur dan Yaman menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan nilai ekspor rata-rata sebesar 24,08 persen per tahun sepanjang periode 2021 hingga 2025. Dilansir dari ANTARA dan duta.co, nilai ekspor Jawa Timur ke Yaman menyentuh angka sekitar 14,6 juta dolar AS pada tahun 2025.

Komoditas ekspor utama ke negara tersebut meliputi olahan tepung senilai 5,8 juta dolar AS, sabun dan preparat pembersih sebesar 3,69 juta dolar AS, serta kertas dan karton senilai 1,5 juta dolar AS. Sektor lain seperti produk kaca, makanan olahan, perlengkapan listrik, dan produk perikanan juga turut berkontribusi.

Sebaliknya, angka impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar 1,97 juta dolar AS. Komoditas dari Yaman seperti madu bahkan cukup familiar di tengah masyarakat Indonesia sebagai oleh-oleh haji atau umrah, di samping populernya lagu-lagu asal negara tersebut.

Dari selisih transaksi tersebut, Jawa Timur berhasil membukukan surplus neraca perdagangan mencapai 12,63 juta dolar AS. Hubungan kultural kedua pihak pun disimbolkan oleh keberadaan komunitas Arab-Hadhrami di kawasan Ampel Surabaya serta beberapa wilayah Jawa Timur lainnya.

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti kerjasama teknis di sektor pendidikan, perdagangan dan budaya," kata Khofifah, Gubernur Jawa Timur.

Realisasi hubungan tersebut nantinya akan tetap berjalan sesuai dengan regulasi dan rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur.

“Sedangkan nilai impor Jawa Timur dari Yaman tercatat sebesar 1,97 juta dolar AS, sehingga menghasilkan surplus perdagangan bagi Jawa Timur sekitar 12,63 juta dolar AS,” katanya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Peluang ekspansi pasar dinilai masih terbuka lebar karena produk kuliner khas Indonesia seperti gado-gado, nasi goreng, rujak, sambal, hingga mi instan sudah dikenal luas oleh masyarakat Yaman.

“Betapa persaudaraan antara Indonesia dan Yaman terutama Provinsi Hadramaut sudah begitu kuat berjalan luar biasa. Dan banyak produk dari Yaman yang kita temui di sini. Seperti madu Yaman sering kita lihat sebagai oleh-oleh haji atau umroh , selain itu lagu lagu dari Yaman juga populer di sini,” katanya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Selain aspek ekonomi dan budaya maritim yang telah berlangsung berabad-abad, sektor pendidikan melalui program pertukaran pelajar menjadi fokus penguatan interaksi sosial kedua belah pihak.

“Menjadi bagian penting membangun pendidikan terutama di sektor jurusan agama tetapi bahwa mereka mendapatkan penguatan bagaimana moderasi di antara komunitas dimana mereka akan mengabdikannya,” ujarnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Banyak mahasiswa asal Jawa Timur yang menempuh studi keagamaan di Yaman, dan sebaliknya, pelajar Yaman kini berpeluang memperdalam perspektif moderasi beragama di Indonesia.

“Beliau bersama tim telah mendiskusikan beberapa hal strategis untuk ditindaklanjuti dalam kerja sama teknis di sektor pendidikan, perdagangan, dan budaya. Namun prosesnya tentu akan mengikuti rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah, Gubernur Jawa Timur.

Di sisi lain, ikatan emosional ini diperkuat oleh peran besar para imigran asal Hadramaut yang menetap di Indonesia dalam mewariskan nilai toleransi serta kontribusi sosial di masyarakat.

“Persaudaraan antara Indonesia dan Yaman, terutama Provinsi Hadramaut, sudah terjalin sangat kuat dan berjalan luar biasa,” ujarnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Integrasi kultural ini dipandang sebagai modal utama bagi kedua wilayah untuk menyusun cetak biru kerja sama teknis yang lebih konkret ke depan.

“Nilai persaudaraan, toleransi, dan kontribusi sosial yang diwariskan komunitas Hadhrami telah menjadi bagian penting dalam perkembangan masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kerja sama keagamaan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman inklusif dalam mengabdi di lingkungan komunal masing-masing.

“Ini menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan, khususnya di bidang keagamaan, sekaligus memperkuat perspektif moderasi di tengah masyarakat tempat mereka akan mengabdi,” jelasnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pihak Yaman sendiri menyambut positif komitmen Pemprov Jatim dan bertekad memulihkan hubungan historis tersebut ke dalam program kerja nyata.

“Mereka mempunyai peran yang begitu besar di negeri ini maka sekarang kita ingin membangun kembali hubungan tersebut baik di sektor pendidikan, kebudayaan dan ekonomi. Semoga semua rencana ini dapat tercapai,” katanya, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia.

Rencana penguatan kemitraan ini secara spesifik akan melibatkan beberapa provinsi di Yaman, termasuk wilayah Hadramaut yang memiliki kedekatan historis paling kental dengan masyarakat Jawa Timur.

“Mereka memiliki peran besar di negeri ini. Karena itu, kami ingin kembali membangun dan memperkuat hubungan tersebut, baik di sektor pendidikan, kebudayaan, maupun ekonomi. Semoga seluruh rencana ini dapat terwujud,” pungkasnya, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Dubes Yaman untuk Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi