Sebanyak 5.426 jemaah haji asal Aceh pada musim haji 2026 menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi atau sekitar Rp9,3 juta per orang yang mulai dibagikan di Hotel Burj Al Wahda, Makkah, sejak Minggu, 10 Mei 2026.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, melaporkan bahwa penyaluran dana dilakukan secara bertahap kepada seluruh kloter, dimulai dengan Kloter 2 yang terdiri dari jemaah asal Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Total dana yang disalurkan oleh pengelola wakaf pada tahun ini mencapai 11,2 juta riyal bagi seluruh jemaah asal Serambi Mekkah.
Nazir Wakaf Baitul Asyi, Syaikh Dr. Abdul Latif Muhammad Baltu, menyerahkan langsung dana tersebut kepada para jemaah. Ia menjelaskan bahwa amanah ini merupakan bentuk penjagaan terhadap warisan ulama yang telah bertahan selama dua abad lebih di Arab Saudi.
"Wakaf ini dijaga Allah dan juga dijaga oleh Kerajaan Arab Saudi sebagai pihak yang diberi amanah untuk menjaga dan menyerahkannya kepada pihak yang berhak," ujar Syaikh Abdul Latif kepada Tim Media Center Haji (MCH).
Syaikh Abdul Latif menambahkan bahwa kompensasi tunai ini merupakan hasil pengelolaan aset produktif berupa hotel-hotel mewah di sekitar Masjidil Haram. Transformasi aset tersebut telah memberikan manfaat berkelanjutan bagi jemaah haji asal Aceh selama bertahun-tahun.
"Sekarang sudah 11 tahun dibagikan dan total yang disalurkan sudah lebih dari 100 juta riyal," kata Syaikh Abdul Latif.
Petugas haji asal Aceh, Tgk Khairul Huda, menekankan bahwa penerimaan dana ini merupakan simbol solidaritas dan sejarah panjang kepedulian ulama Aceh terhadap masyarakatnya di Tanah Suci. Dana tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan ibadah para jemaah selama berada di Makkah.
“Wakaf Baitul Asyi ini bukan hanya soal uang yang diterima jamaah, tetapi juga warisan perjuangan ulama dan saudagar Aceh untuk membantu masyarakat Aceh yang datang ke Tanah Suci. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah sejarah bagi kita,” ujar Tgk Khairul Huda, Ketua Ansor Aceh Barat Daya.
Ia mengapresiasi visi jangka panjang para pendahulu Aceh dalam membangun wakaf produktif yang manfaatnya masih terasa hingga hari ini. Khairul Huda berpesan agar para jemaah mendoakan keberkahan bagi para pewakaf yang telah mewariskan harta mereka.
“Para pendahulu Aceh telah memberi teladan luar biasa tentang pentingnya wakaf produktif. Hari ini jamaah Aceh masih merasakan manfaatnya. Ini bukti bahwa amal yang dilandasi keikhlasan akan terus hidup dan memberi keberkahan,” katanya.
Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin, memastikan seluruh jemaah akan mendapatkan haknya sesuai jadwal yang diatur oleh pihak nazir. Sementara Kloter 2 telah menerima dana, jemaah Kloter 1 yang saat ini masih di Madinah baru akan menerima pembagian setelah tiba di Makkah pada Kamis, 14 Mei 2026.