Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal Dunia di Arafah

Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal Dunia di Arafah

Seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia di dalam tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi, pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 14.48 waktu setempat. Kabar duka mengenai wafatnya peserta Kloter 15 KJT Gelombang I ini dikonfirmasi oleh otoritas terkait, sebagaimana dilansir dari Cahaya.

Identitas jemaah yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Sari Adri Martawi (70), warga Kampung Susuru, Kabupaten Ciamis. Peristiwa terjadi sesaat setelah almarhumah tiba di tenda pemondokan untuk bersiap menyambut rangkaian puncak ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, mengonfirmasi dan memberikan keterangan resmi mengenai musibah yang menimpa warganya tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menerima laporan resmi bahwa Ibu Sari Adri Martawi wafat di Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 14.48 waktu Arab Saudi," ujar Nana Supriatna, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis.

Pihak kementerian menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepulangan almarhumah serta mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah diselesaikan di Tanah Suci dapat diterima.

"Kami atas nama keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh ibadah hajinya diterima Allah SWT," kata Nana Supriatna, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, almarhumah tercatat masuk dalam kategori jemaah dengan risiko tinggi berat. Berdasarkan rekam medis yang ada, Sari memiliki riwayat penyakit jantung iskemik kronis dan sempat mendapatkan beberapa kali layanan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Kendati demikian, almarhumah diketahui tetap beraktivitas secara aktif selama di Tanah Suci. Sebelum wafat, ia tercatat telah menuntaskan ibadah umrah wajib, umrah sunah, hingga mengikuti kegiatan ziarah ke berbagai tempat.

Kematian jemaah ini kemudian disikapi oleh kementerian dengan memberikan instruksi khusus kepada para anggota kelompok terbang lainnya yang masih bersiap melaksanakan ibadah.

"Kami mengimbau seluruh jemaah, khususnya lansia dan yang memiliki riwayat penyakit, agar mengikuti anjuran petugas kesehatan, mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu, memperbanyak minum, dan segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan," pungkas Nana Supriatna, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis.

Saat ini, seluruh proses penanganan jenazah mulai dari pemulasaran hingga pemakaman di Arab Saudi sepenuhnya ditangani oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Artikel terkait

Rekomendasi