Jemaah Haji Blora Dijadwalkan Berangkat Ulang Usai Suami Meninggal

Jemaah Haji Blora Dijadwalkan Berangkat Ulang Usai Suami Meninggal

Titik Nurhayati, jemaah haji asal Kabupaten Blora, dijadwalkan tetap berangkat ke Tanah Suci pada 18 Mei 2026 setelah suaminya, Sutrisno Agus Widodo, meninggal dunia saat transit di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, pada Jumat (8/5/2026).

Keputusan keberangkatan tersebut diambil setelah pihak Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora melakukan komunikasi intensif dengan Titik pasca-proses pemakaman suaminya di Blora pada Sabtu (9/5/2026). Dilansir dari Cahaya, almarhum Sutrisno merupakan anggota Kloter 46 SOC asal Desa Sendangwungu.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan ruang bagi Titik untuk menentukan kelanjutan ibadahnya. Titik sebelumnya memilih kembali ke Blora dari Medan demi mengantarkan jenazah suaminya.

"Karena kemarin istrinya juga ikut mengiringi jenazah sampai rumah di Blora, tetap nanti kami berusaha mendekati istrinya, diberi kelonggaran, ingin menunda tahun depan atau akan berangkat tetap berangkat tahun ini," terangnya Ali Muchyidin, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora.

Pemerintah memastikan pemberian fasilitas penuh bagi Titik jika memilih untuk segera menunaikan rukun Islam kelima tersebut pada musim haji kali ini. Penyiapan kursi penerbangan menjadi prioritas agar jemaah tetap dapat menuju Jeddah.

"Kalau berangkat tahun ini kita persilakan. Maka kemarin kami sudah komunikasi dengan yang bersangkutan. Ketika menghendaki untuk berangkat tetap nanti kita siapkan seat di pesawat," katanya Ali Muchyidin, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora.

Berdasarkan skema terbaru, Titik Nurhayati diproyeksikan bergabung dengan jemaah haji dalam Kloter 78. Kepastian ini diambil untuk mengakomodasi keinginan jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya akibat musibah keluarga.

Terkait status ibadah almarhum Sutrisno Agus Widodo, pemerintah akan melaksanakan mekanisme badal haji yang dikerjakan oleh petugas haji di Arab Saudi. Keluarga juga dipastikan menerima hak asuransi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Selain dapat badal haji, keluarga almarhum juga dapat asuransi sesuai jumlah yg dibayarkan jamaah," paparnya Ali Muchyidin, Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora.

Artikel terkait

Rekomendasi