Sebanyak delapan calon jemaah haji (CJH) berstatus cadangan asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat (8/5/2026) melalui Embarkasi Surabaya. Keberangkatan para jemaah tersebut menjadi istimewa karena mereka dijadwalkan terbang mendahului rombongan jemaah reguler asal daerah yang sama.
Perubahan status dialami oleh kedelapan jemaah tambahan tersebut, di mana posisi mereka kini naik menjadi jemaah reguler. Dilansir dari Cahaya, para jemaah ini telah terbagi ke dalam kelompok terbang (kloter) awal yang akan bertolak melalui Asrama Haji Sukolilo.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy, memberikan rincian bahwa delapan orang tersebut tersebar secara merata dalam empat kloter yang berbeda. Kepastian jadwal ini mengikuti ketersediaan kursi pada rombongan yang berangkat lebih awal dari jadwal utama kabupaten.
“Mereka berangkat lebih awal karena masuk kloter sebelum kloter reguler Sumenep,” kata Halimy, Jumat (8/5/2026).
Penjelasan lebih lanjut dari pihak Kemenhaj Sumenep menunjukkan bahwa pembagian terdiri dari dua orang di Kloter 68, dua orang di Kloter 71, dua orang di Kloter 72, dan dua orang sisanya di Kloter 76. Sementara itu, mayoritas jemaah asal Sumenep lainnya baru akan berangkat pada kloter-kloter berikutnya.
Pusat keberangkatan tetap dipusatkan melalui satu titik koordinasi sebelum menuju bandara. Ahmad Halimy menegaskan bahwa seluruh jemaah akan mendapatkan pengawalan teknis hingga ke asrama transit di Surabaya.
“Teknisnya mereka diantar ke Asrama Haji Sukolilo. Setelah itu diarahkan ke kloter masing-masing,” jelas Halimy.
Sebagian rombongan asal Sumenep ini juga dijadwalkan akan berada dalam satu kelompok penerbangan dengan jemaah yang berasal dari Provinsi Bali. Untuk musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, total kuota jemaah dari Kabupaten Sumenep mencapai 1.356 orang.
Komposisi total tersebut mencakup 1.348 jemaah haji, enam orang Petugas Haji Daerah (PHD), serta dua orang Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU). Secara demografis, rombongan ini terdiri dari 651 jemaah laki-laki dan 705 jemaah perempuan.
Data sebaran kloter utama untuk jemaah reguler Sumenep terbagi menjadi empat kelompok besar. Rinciannya meliputi Kloter 77 dengan 375 orang, Kloter 78 sebanyak 376 orang, Kloter 79 berisi 376 orang, serta Kloter 81 yang menampung 221 orang jemaah.