Pemerintah Jepang Siap Intervensi Pasar Valuta Asing akibat Pelemahan Yen

Pemerintah Jepang Siap Intervensi Pasar Valuta Asing akibat Pelemahan Yen

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan kesiapan otoritas untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing setelah pergerakan pasangan mata uang USD/JPY mendekati batas atas rentang psikologis pada hari Rabu, 3 Juni 2026.

Langkah antisipasi tersebut diambil akibat pelemahan nilai tukar yen yang persisten terhadap dolar Amerika Serikat guna menjaga stabilitas moneter dalam negeri. Berdasarkan data FXStreet, pasangan mata uang USD/JPY terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen ke level 159,97 saat pengumuman tersebut disampaikan.

Kondisi pasar valuta asing dalam enam bulan terakhir menunjukkan fluktuasi yang tertahan dalam kisaran level teknikal antara 152,50 hingga 160,50. Pergerakan ini dipicu oleh perbedaan kebijakan moneter yang kontras antara Federal Reserve Amerika Serikat yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi dan Bank of Japan yang cenderung enggan melakukan pengetatan agresif.

Sikap tegas pemerintah Jepang ini disampaikan langsung oleh otoritas keuangan tertinggi negara tersebut untuk menekan spekulasi pasar yang merugikan mata uang domestik.

"Siap bertindak di pasar valas jika diperlukan." kata Katayama, Menteri Keuangan Jepang.

Penegasan tersebut sekaligus menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang selaras dengan bank sentral dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

"Sejalan dengan gubernur BoJ dalam beberapa hal." ujar Katayama, Menteri Keuangan Jepang.

Dilansir dari berita.belajarforex.co.id, intervensi verbal dari Kementerian Keuangan Jepang bertujuan menanamkan keraguan di benak para spekulan. Jika langkah verbal tidak mempan, Bank of Japan berpotensi melakukan intervensi fisik secara aktif dengan membeli yen di pasar valuta asing untuk menahan batas atas pergerakan di level 160,50.

Artikel terkait

Rekomendasi