Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Turun Signifikan hingga Mei 2026

Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Turun Signifikan hingga Mei 2026

Arus pendatang baru yang masuk ke wilayah DKI Jakarta dilaporkan terus mengalami penyusutan secara bertahap sejak tahun 2021 hingga periode pasca Lebaran pada Selasa, 5 Mei 2026. Fenomena penurunan ini selaras dengan data terbaru yang dirilis oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, memberikan konfirmasi mengenai kondisi mobilitas penduduk yang tidak lagi menunjukkan lonjakan drastis ke ibu kota negara tersebut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

"Arus pendatang baru ke Jakarta pascalebaran 2026 tercatat menurun," ujar Denny dalam keterangan resminya.

Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, terdapat 12.766 jiwa pendatang baru yang tercatat masuk ke Jakarta sepanjang periode 25 Maret hingga 30 April 2026. Angka ini menunjukkan perbedaan yang mencolok jika dibandingkan dengan statistik tahun-tahun sebelumnya yang biasanya melampaui angka 20.000 jiwa.

Data historis Disdukcapil menunjukkan bahwa pada rentang 2021 sampai 2023, jumlah warga baru selalu berada di atas angka 20.000 setiap momen usai Lebaran. Penurunan mulai terlihat pada 2024 dan 2025 dengan rata-rata hanya mencapai kisaran 16.000 pendatang saja.

"Data tersebut sesuai dengan prediksi sebagaimana yang telah disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta," kata Denny.

Kontras dengan penurunan pendatang, jumlah penduduk yang meninggalkan Jakarta justru melonjak hingga menyentuh angka 22.617 jiwa pada periode 25 Maret hingga 30 April 2026. Jumlah perpindahan keluar ini tercatat hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan warga yang datang.

Denny memaparkan bahwa kebijakan penataan administrasi kependudukan sesuai tempat tinggal asli menjadi salah satu pemicu utama warga melaporkan kepindahan mereka ke wilayah penyangga.

"Melalui program ini, mereka melakukan penyesuaian administrasi kependudukan agar sesuai dengan domisili sebenarnya," ujar Denny.

Secara demografis, mayoritas penduduk yang memilih pindah dari Jakarta berada pada kelompok usia produktif dengan persentase mencapai 71,57 persen. Sebanyak 64,53 persen di antaranya masuk dalam kategori berpenghasilan rendah dengan kendala utama terkait pemenuhan kebutuhan perumahan.

Di sisi lain, pendatang baru yang masuk pun didominasi oleh kelompok usia produktif, namun dengan motivasi yang berbeda. Faktor keluarga menjadi alasan utama bagi 33,72 persen pendatang yang memutuskan untuk menetap di Jakarta pada tahun ini.

Artikel terkait

Rekomendasi