PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mendistribusikan sebanyak 752.852 ton semen dan klinker selama periode Januari hingga April 2026 untuk mendukung aktivitas pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, sebagaimana dilansir dari Money pada Rabu (20/5/2026).
Volume angkutan material bangunan tersebut mengalami fluktuasi setiap bulan, dengan catatan sebesar 205.794 ton pada Januari 2026 dan melonjak menjadi 357.120 ton pada Februari 2026, sebelum mencapai 185.258 ton pada April 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan rincian capaian volume pengiriman komoditas konstruksi tersebut dalam keterangan resminya.
“Pada April 2026, volume angkutan semen dan klinker mencapai 185.258 ton. Sebelumnya, KAI mengangkut 205.794 ton pada Januari 2026 dan meningkat signifikan pada Februari menjadi 357.120 ton,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Pihak manajemen menilai kelancaran arus distribusi logistik menggunakan moda transportasi kereta api memiliki pengaruh langsung terhadap ketepatan waktu proyek pembangunan kawasan industri dan hunian masyarakat.
“Pergerakan semen dan klinker sangat berkaitan dengan aktivitas pembangunan. Ketika distribusi berjalan lancar, maka proses pembangunan kawasan industri, perumahan, fasilitas publik, hingga konektivitas wilayah juga dapat berlangsung lebih baik,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Penguatan di sektor industri ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 5,49 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, setelah berkontribusi 9,83 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025.
“Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan distribusi material konstruksi masih terus bergerak seiring pertumbuhan pembangunan di berbagai wilayah,” kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Penggunaan kereta api juga diklaim mampu mereduksi tingkat kepadatan kendaraan muatan berat di jalan raya sekaligus menawarkan efisiensi pengiriman massal jarak jauh secara konsisten.
“Angkutan logistik berbasis rel akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
KAI menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan layanan angkutan barang demi memenuhi dinamika kebutuhan sektor industri ritel maupun korporasi secara nasional.
“Kami berkomitmen menjaga layanan distribusi barang agar tetap andal, aman, dan mampu menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat yang terus berkembang,” tegas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Pertumbuhan volume logistik ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025, di mana total angkutan barang KAI mencapai 69,79 juta ton atau naik 0,85 persen dari tahun 2024, dengan batu bara sebagai penopang utama dan semen sebagai muatan strategis.
Di area Daop 5 Purwokerto, KAI mengangkut 336.760 ton semen dari Karangtalun ke berbagai daerah pada semester pertama 2025, yang menyumbang lebih dari 34 persen total angkutan semen nasional.
Sementara itu, anak usaha perusahaan, KAI Logistik, membukukan total pengelolaan angkutan barang sebesar 22,9 juta ton untuk komoditas semen, klinker, bahan bakar minyak (BBM), dan batu bara.