PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mendirikan sebuah tugu peringatan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, untuk mengenang para korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL jurusan Jakarta-Cikarang. Pembangunan monumen ini dimaksudkan sebagai simbol penghormatan sekaligus pengingat atas tragedi fatal tersebut.
Rencana pembangunan fasilitas pengingat ini pertama kali diungkapkan oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Senin (4/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, insiden maut tersebut melibatkan 106 orang korban dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya luka-luka.
Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kehadiran tugu tersebut menjadi representasi rasa duka mendalam dari pihak manajemen kereta api. Ia juga menyoroti banyaknya karangan bunga dari masyarakat yang memadati area stasiun sebagai wujud empati yang sangat besar.
"Kemudian tadi juga kami mau bikin tugu di sini ya. Tolong didukung ya," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Pihak KAI menyatakan keinginan untuk menjadi bagian dari keluarga para korban melalui pembangunan monumen ini. Dukungan publik dipandang sebagai motivasi tambahan bagi perusahaan untuk terus memperbaiki standar keselamatan perjalanan kereta api di masa depan.
"Ini adalah bagian rasa dari belasungkawa kami dan duka cita. Tentunya kehilangan yang besar ini, kami ingin menjadi bagian dari keluarga para korban yang telah wafat," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.
Mengenai detail teknis pembangunan, VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa rencana tersebut sedang dimatangkan secara internal. Saat ini, tim terkait masih mendiskusikan lokasi yang paling tepat untuk menempatkan tugu tersebut di lingkungan stasiun.
"Saat ini peletakannya masih dalam pembahasan," ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI).
Kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Tabrakan melibatkan KRL nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi, meskipun seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat dalam peristiwa itu.