KAI Logistik berhasil membukukan volume angkutan barang sebesar 936.244 ton pada April 2026 guna memenuhi kebutuhan distribusi komoditas energi nasional. Capaian tersebut mengalami pertumbuhan lebih dari 11 persen dibandingkan realisasi bulan Maret 2026 yang tercatat di kisaran 847 ribu ton.
Kinerja operasional tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan untuk April 2026 dengan tingkat ketercapaian mencapai 21 persen, seperti dilansir dari Detik Finance. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menilai pencapaian ini menjadi penanda kuatnya pergerakan bisnis batu bara pada triwulan kedua tahun ini.
"Peningkatan volume pada April menjadi sinyal positif terhadap penguatan aktivitas distribusi batu bara. Selain dipengaruhi kebutuhan energi yang tetap kuat, capaian ini juga merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan melalui optimalisasi infrastruktur terminal bongkar muat," ujar Yuskal Setiawan, Direktur Utama KAI Logistik dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Peningkatan kapasitas layanan angkutan batu bara ini dipicu oleh pengoperasian Container Yard (CY) 2 Merapi yang berjalan sejak Maret 2026. Fasilitas infrastruktur baru tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun dan dapat ditingkatkan hingga 10 rangkaian kereta api per hari melalui pengoperasian dua jalur secara optimal.
Secara keseluruhan, CY 2 Merapi diperkirakan memberikan kontribusi angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun di wilayah operasional. Melalui ketersediaan layanan di enam terminal batu bara wilayah Sumatera Selatan, perusahaan memiliki total kapasitas angkut mencapai 27 juta ton per tahun.
"Ke depan, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan distribusi energi nasional. KAI Logistik akan terus beradaptasi terhadap kebutuhan industri melalui penguatan infrastruktur dan layanan yang semakin andal," ujar Yuskal Setiawan, Direktur Utama KAI Logistik.