PT Kereta Api Indonesia meluncurkan kereta Ekonomi Kerakyatan pada Maret 2026. Fasilitas baru ini dihadirkan untuk menunjang perjalanan masyarakat, khususnya selama masa arus balik Lebaran 2026, seperti dikutip dari Caritahu.
Inovasi yang dikembangkan melalui Balai Yasa Manggarai ini bertujuan meningkatkan kenyamanan penumpang kelas ekonomi. Menurut PT KAI melalui akun Instagram resmi @kai121_, kereta ini dioperasikan sebagai rangkaian KA tambahan untuk rute Lempuyangan-Pasarsenen.
Kereta Ekonomi Kerakyatan membawa sejumlah perubahan spesifikasi guna meningkatkan aspek kenyamanan bagi para pemudik untuk perjalanan jarak jauh.
- Kapasitas total pangkas dari 106 kursi menjadi hanya 93 kursi sehingga ruang kaki menjadi lebih lapang.
- Konfigurasi susunan kursi menggunakan formasi 3:2.
- Posisi sandaran kursi dapat disesuaikan mengikuti arah laju kereta api.
- Desain tempat duduk dibuat lebih ergonomis untuk meminimalisasi kelelahan perjalanan jauh.
Melalui modifikasi ini, penumpang tidak perlu lagi duduk saling berhadapan atau mengalami posisi duduk menghadap ke arah mundur.
Jadwal Keberangkatan dan Rute Perjalanan
Masyarakat sudah dapat memesan tiket armada ini sejak 25 Februari 2026. Periode keberangkatan kereta tambahan terjadwal mulai tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026.
Berikut rute dan jadwal operasional kereta Ekonomi Kerakyatan untuk arus balik Lebaran 2026:
- No. Kereta api 7039 rute Lempuyangan-Pasarsenen: Berangkat pukul 06.00 dan tiba pukul 13.56.
- No. Kereta api 7040 rute Pasarsenen-Lempuyangan: Berangkat pukul 15.25 dan tiba pukul 22.57.
Harga Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan
Tarif yang diberlakukan dinilai tetap ramah di kantong bagi pengguna layanan kelas ekonomi. PT KAI menetapkan harga tiket normal sebelum diskon sebesar Rp 190.000 sampai Rp 250.000.
Selama periode promo, harga tiket setelah diskon menjadi Rp 133.000 hingga Rp 175.000. Tiket resmi dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, maupun mitra penjualan resmi lainnya.
Secara keseluruhan, satu rangkaian penuh moda transportasi ini mengombinasikan 5 kereta eksekutif dengan kapasitas 250 kursi dan 4 kereta ekonomi kerakyatan dengan total daya tampung 372 kursi.