Kajati Sulsel Sila Pulungan Tegaskan Kelengkapan Data MySimkari di Takalar

Kajati Sulsel Sila Pulungan Tegaskan Kelengkapan Data MySimkari di Takalar

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Sila H. Pulungan, menginstruksikan seluruh jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar untuk segera melengkapi data kepegawaian digital dalam kunjungan kerja resmi pada Kamis (21/05/2026).

Langkah penertiban pengisian data pada aplikasi MySimkari tersebut dilakukan karena sistem digital ini akan menjadi basis utama dalam penilaian kinerja serta penentu regulasi kesejahteraan pegawai ke depan.

Kedatangan rombongan Kejati Sulsel disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Syamsurezky, dengan didampingi Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Sulsel, Abdillah, dan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulsel, Ferizal.

Dalam pengarahan yang dipantau dari laporan resmi kejaksaan.go.id dan ujungjari.com, Kajati Sulsel menyoroti pentingnya keabsahan administrasi digital agar tidak ada hak staf yang terlewatkan.

"Saya tekankan pentingnya kelengkapan data kepegawaian di aplikasi MySimkari. Mulai tahun depan, aplikasi ini akan menjadi patokan mutlak dalam pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin). Jangan sampai ada hak pegawai yang dirugikan hanya karena kelalaian administrasi digital," tegas Sila H. Pulungan di hadapan seluruh pegawai Kejari Takalar.

Penegasan mengenai fungsi strategis sistem ini juga dijabarkan lebih lanjut oleh unsur pimpinan bidang pembinaan kejaksaan tinggi.

"Aplikasi MySimkari ini adalah masa depan karir kita. Ini akan menjadi dasar utama dalam pengajuan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, hingga usulan mutasi. Saat ini masih banyak pegawai yang data primernya belum lengkap, tolong segera dipenuhi. Ingat, di dalam MySimkari juga terdapat sistem penilaian kinerja 360 derajat, di mana pimpinan dan bawahan bisa saling memberikan penilaian secara objektif," jelas Abdillah.

Pihak Kejati Sulsel memberikan apresiasi terhadap administrasi Kejari Takalar yang menembus peringkat tiga besar dalam pelaporan bulanan tingkat provinsi, kendati pengisian data primer personal tetap harus dikejar.

Selain masalah aplikasi kepegawaian, Dr. Sila H. Pulungan memeriksa fasilitas kantor dan menyapa 60 personel yang terdiri dari 15 Jaksa serta 45 pegawai Tata Usaha.

Kajati Sulsel turut meminta adanya percepatan realisasi anggaran program kerja yang saat ini tercatat sudah mencapai lebih dari Rp9 miliar, sekaligus memerintahkan penataan ruang arsip serta barang bukti.

Pada kesempatan yang sama, Asintel Kejati Sulsel Ferizal memberikan peringatan terkait etika digital bagi seluruh jajaran adhyaksa.

"Kita harus bijak bermedia sosial. Jangan sampai aktivitas digital justru mencederai integritas institusi," pesan Ferizal.

Merespons instruksi dari para pimpinan Kejati Sulsel, Kajari Takalar Syamsurezky menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mematuhi arahan tersebut dan memaparkan rencana pembangunan sarana prasarana serta rumah dinas.

Artikel terkait

Rekomendasi