Tokenisasi Aset Global Tembus 39 Miliar Dolar AS per Mei 2026

Tokenisasi Aset Global Tembus 39 Miliar Dolar AS per Mei 2026

Nilai kapitalisasi pasar tokenisasi aset atau real-world assets (RWA) secara global mencapai US$39,6 miliar per 8 Mei 2026 seiring dengan pergeseran ekosistem keuangan tradisional ke blockchain. Lonjakan signifikan ini dilaporkan oleh Pintu Academy pada Senin (11/5/2026) sebagai tanda transformasi besar pada akses investasi digital dunia.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan pesat jika dibandingkan dengan posisi awal tahun 2024 yang hanya menyentuh US$1,8 miliar, sebagaimana dilansir dari Market. Masuknya raksasa keuangan global seperti BlackRock, JPMorgan, hingga Goldman Sachs menjadi motor utama penggerak sektor tokenisasi aset berbasis blockchain tersebut.

Mekanisme ini memungkinkan aset fisik seperti saham, obligasi, dan emas direpresentasikan dalam bentuk token digital yang dapat diperdagangkan selama 24 jam penuh lintas negara. Teknologi ini juga memfasilitasi kepemilikan fraksional yang memungkinkan investor ritel memiliki aset bernilai tinggi dengan modal minimal melalui infrastruktur digital.

Proyeksi pertumbuhan industri ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka panjang. Firma riset McKinsey & Company memprediksi bahwa nilai kapitalisasi sektor tokenisasi aset memiliki potensi untuk melampaui angka US$2 triliun pada tahun 2030 mendatang.

Di dalam negeri, Pemerintah Indonesia telah memperkuat fondasi hukum melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diwujudkan dengan penerbitan POJK Nomor 27 Tahun 2024 dan POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang menjadi kerangka regulasi bagi pengembangan aset digital serta proses tokenisasi.

Blockchain & Crypto Specialist PINTU Ari Budi Santosa menjelaskan bahwa sektor kripto kini telah bertransformasi melampaui aktivitas perdagangan biasa. Ia menilai teknologi blockchain kini semakin fokus pada fungsi kepemilikan dan transfer nilai aset dunia nyata ke dalam format digital.

"Salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem crypto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global," ujar Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Specialist PINTU.

Ari menambahkan bahwa efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi ini akan memperluas jangkauan pasar bagi para investor. Menurutnya, hambatan investasi tradisional dapat dikurangi melalui sistem yang lebih inklusif dan transparan.

"Salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem crypto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global," ujar Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Specialist PINTU.

Keunggulan utama dari model ini mencakup transaksi instan dan transparansi yang dapat diverifikasi secara langsung pada jaringan (on-chain). Meskipun menawarkan kendali penuh bagi investor, tantangan seperti risiko celah keamanan pada smart contract dan likuiditas pasar tetap menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi