Kawasan Blok M di Jakarta Selatan dipadati oleh masyarakat yang memanfaatkan waktu libur panjang pada Sabtu (16/5/2026). Fenomena kepadataan ini dipicu oleh kemudahan akses transportasi umum serta daya tarik berbagai tempat yang viral di media sosial, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Arus pengunjung mulai membanjiri sejumlah titik sejak menjelang waktu makan siang. Area kuliner serta kawasan Little Tokyo menjadi lokasi yang paling banyak diserbu warga yang datang bersama teman maupun keluarga.
Para pejalan kaki terlihat memenuhi trotoar dan lorong-lorong pusat kuliner di kawasan tersebut. Meskipun hujan sempat mengguyur lokasi, situasi tersebut tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk tetap melanjutkan aktivitas nongkrong ataupun berburu makanan.
Salah seorang pengunjung bernama Dina (31) memberikan pandangannya mengenai kondisi kawasan yang kini menjadi salah satu pusat keramaian utama bagi anak muda di Jakarta.
"Mungkin karena sekarang transportasinya gampang dan banyak tempat yang viral di media sosial. Jadi orang datang bukan cuma untuk nongkrong, tapi juga karena merasa harus datang ke tempat yang sedang ramai dibicarakan," kata Dina.
Dina sendiri sengaja mendatangi Blok M karena memiliki agenda makan bersama temannya. Menurut pengamatannya, suasana di kawasan tersebut hampir selalu ramai, terutama saat akhir pekan dan momen libur panjang.
"Kalau buat saya masih nyaman-nyaman saja ya. Mungkin kadang terlalu ramai saja dan sulit cari tempat duduk," kata Dina.
Meskipun demikian, Dina merasa kawasan yang semakin padat tersebut masih tergolong nyaman untuk dikunjungi. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengelola wilayah tersebut agar kenyamanannya tetap terjaga bagi para pengunjung.
"Sekarang hampir semua orang kalau cari tempat nongkrong pasti ke sini. Tapi menurut saya tantangannya sekarang bagaimana menjaga kawasan ini tetap nyaman," tutur Dina.
Pengunjung lainnya, Raka (26), ikut bersuara mengenai alasan mengapa kawasan ini tetap menjadi pilihan favorit. Menurutnya, Blok M menawarkan kemudahan mobilisasi antaraktivitas karena kawasannya saling terhubung.
"Paling sering muter di sekitar Little Tokyo, sama area kuliner. Kadang sebenarnya enggak punya tujuan khusus juga, lebih suka jalan kaki aja lihat suasana," kata Raka.
Raka menjelaskan bahwa pengunjung bisa dengan mudah berpindah dari area kuliner, kafe, hingga pusat thrifting cukup dengan berjalan kaki. Ia juga sengaja datang saat libur panjang meskipun sudah memprediksi bahwa kawasan tersebut akan padat.
"Tapi menurut saya justru itu yang bikin menarik, kayak ada energi sendiri. Rasanya kayak semua orang lagi pengin keluar rumah dan akhirnya ketemunya di Blok M," ucap Raka.