Gulkarmat Jakbar Kerahkan Robot Padamkan Kebakaran Gudang Kalideres

Gulkarmat Jakbar Kerahkan Robot Padamkan Kebakaran Gudang Kalideres

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan unit robotik guna memadamkan kebakaran hebat yang menghanguskan empat bangunan gudang di Kompleks Pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, pada Senin, 11 Mei 2026 malam. Langkah ini diambil menyusul rentetan ledakan dan munculnya potensi asap beracun dari material bahan kimia yang terbakar di lokasi kejadian.

Sebanyak 25 unit mobil pemadam dengan dukungan 125 personel gabungan dari wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara diterjunkan untuk mengendalikan api yang mulai berkobar sejak pukul 20.06 WIB. Kobaran api dilaporkan merembet dengan cepat ke area penyimpanan logistik yang berisi botol-botol bahan kimia cair dan gas.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi menjelaskan bahwa penggunaan teknologi robotik bertujuan untuk meminimalisir risiko bagi petugas di lapangan.

"Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," kata Kahfi, dilansir dari Antara.

Pengoperasian robot tersebut sempat berlangsung selama tiga puluh menit sebelum akhirnya ditarik sementara karena membutuhkan tekanan air yang sangat tinggi.

"Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi," tutur Kahfi.

Selain unit robotik, petugas di lapangan diwajibkan menggunakan alat pelindung pernapasan lengkap untuk menghindari dampak paparan zat kimia berbahaya yang terlontar saat ledakan terjadi.

"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Kahfi.

Pihak Gulkarmat mencatat adanya berbagai jenis kemasan yang terlempar ke udara akibat tekanan panas di dalam bangunan.

"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," kata Kahfi.

Guna mencegah perambatan lebih luas, tim pemadam mengoperasikan 10 nozzle yang disebar di berbagai titik strategis mulai dari bagian depan, samping, hingga tengah bangunan.

"Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan," kata Kahfi.

Unit tambahan dari Sektor Kamal turut membantu proses pemadaman karena posisi mereka yang berada tepat di belakang titik api.

"Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada warga yang melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit yang posisinya persis berada di belakang lokasi," jelas Kahfi.

Meskipun api sulit dikendalikan, petugas memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Kahfi.

Data dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menyebutkan laporan pertama diterima dari warga pada pukul 20.06 WIB dan unit awal tiba di lokasi pukul 20.23 WIB.

"Terima informasi dari warga pukul 20.06 WIB, objek gudang yang terbakar di Kompleks Pergudangan Miami. Pengerahan awal unit dari Sektor Penjaringan, tiba di lokasi pukul 20.23 WIB," kata Kahfi sebagaimana dilansir dari Metro TV News.

Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, mengonfirmasi bahwa seluruh bangunan yang terdampak adalah area penyimpanan paket dan distribusi barang, bukan fasilitas manufaktur.

“Ya itu gudang paket, empat gudang itu gudang paket, yang jelas gudang paket,” ucap Madi.

Para pekerja di sekitar lokasi dilaporkan berhasil mengevakuasi diri sebelum api mengepung seluruh bangunan gudang.

“Untuk sementara belum ada, korban belum ada. Alhamdulillah kebetulan pemadam kan dekat nih, sehingga cepat ditangani dari pemadam. Cuma memang saat ini api belum padam,” ujar Madi.

Petugas memanfaatkan pasokan air dari Kali Semonggol yang lokasinya berdekatan dengan kompleks pergudangan untuk mendukung ketersediaan air pemadaman.

“Sumber air diambil dari Kali Semonggol. Kebetulan dekat juga dari sini, enggak jauh,” kata Madi.

Artikel terkait

Rekomendasi