Arus lalu lintas di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat mengalami kemacetan parah sepanjang 5 kilometer pada Selasa (19/5/2026) siang. Penumpukan kendaraan ini dipicu oleh penutupan akses jalan di sekitar lokasi kebakaran gudang plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng, dilansir dari Megapolitan.
Kepadatan kendaraan terpantau memanjang mulai dari Halte Jembatan Baru hingga Jalan Pangeran Tubagus Angke. Langkah penutupan jalur dilakukan pada Jalan Peternakan Raya karena petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan proses pendinginan bangunan yang terbakar.
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo menjelaskan bahwa pengalihan arus kendaraan angkutan barang menjadi penyebab utama penumpukan volume kendaraan di jalur utama tersebut.
"Betul sekali. Itu macet karena Jalan Peternakan Raya yang arah Kapuk, yang Kampung Gusti, yang Jembatan Genit itu kan belum bisa dilintasi. Karena sampai sekarang kan masih proses pendinginan," ujar AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat.
Sudarmo menambahkan, penutupan jalan memutus rute reguler kendaraan logistik dari arah utara. Akibatnya, seluruh truk muatan dan kendaraan pribadi bertumpuk di Jalan Daan Mogot, baik yang mengarah ke Grogol maupun Kalideres pada jam sibuk.
"Jadi yang biasanya lintasan kendaraan logistik dari utara putar lewat Kampung Gusti, putar ke Jembatan Genit terhambat, akhirnya ya lintasannya ke itu, ke Daan Mogot semua," ujar AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat.
Antrean kendaraan dilaporkan terus memanjang hingga siang hari dari wilayah Tubagus Angke sampai Cengkareng, termasuk dari arah Kalijodo.
"Imbasnya, (mengular) dari Tubagus Angke sampai Cengkareng. Yang dari Kalijodo juga sama itu, sudah sampai depan Yayasan Jabaragung itu," ungkap AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat.
Personel dari Unit Lantas Polsek Cengkareng dan Polsek Grogol Petamburan telah dikerahkan ke lapangan untuk mengurai titik-titik sumbatan lalu lintas.
"Sudah ada upaya penguraian dari petugas. Ada dari Unit Lantas Polsek Cengkareng dan Polsek Grogol Petamburan dikerahkan mengatur arus lalu lintas," kata AKP Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat.
Pihak kepolisian juga mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif guna menghindari area kemacetan tersebut. Sementara itu, proses penanganan kebakaran di lokasi kejadian masih terus berlangsung.
Asap hitam pebal dilaporkan masih membubung dari reruntuhan gudang di Gang Semut setelah lebih dari 20 jam sejak api pertama kali berkobar pada Senin (18/5/2026) pukul 14.30 WIB. Amukan si jago merah telah merobohkan atap dan dinding bangunan.
Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi menyebutkan bahwa material plastik yang padat di dalam gudang menyulitkan air untuk menembus titik api di bagian bawah.
"Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi, Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Sebanyak 27 unit armada mobil pemadam bersama 135 personel Gulkarmat masih disiagakan di lokasi untuk menuntaskan pemadaman materi plastik yang terbakar.